Memutus “Kutukan Generasi Ketiga”, Mengapa Hong Kong Jadi Opsi Strategis bagi Family Office UHNWI Indonesia?
Ilustrasi mewariskan kekayaan kepada generasi selanjutnya. (dok. Istimewa)
16:32
16 Februari 2026

Memutus “Kutukan Generasi Ketiga”, Mengapa Hong Kong Jadi Opsi Strategis bagi Family Office UHNWI Indonesia?

Sebuah ungkapan lama masih kerap membayangi keluarga-keluarga superkaya di Indonesia, yaitu generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga berisiko kehilangan apa yang telah dirintis.

Bagi kalangan ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) Indonesia—yakni individu dengan kekayaan di atas 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 465 miliar—kekhawatiran itu bukan sekadar mitos. Situasi tersebut semakin kompleks di tengah ketidakpastian geopolitik global yang meningkat.

Indonesia sendiri memiliki populasi UHNWI yang cukup besar dan diproyeksikan terus bertambah. Mengacu pada The Wealth Report 2024 dari Knight Frank, Indonesia memiliki 1.479 UHNWI pada 2024. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 1.948 orang pada 2028.

Pertumbuhan tersebut menandakan gelombang besar alih kelola dan alih waris kekayaan antargenerasi dalam beberapa tahun mendatang.

Baca juga: 28 Superkaya Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia Forbes, Siapa Saja?

Bagi keluarga superkaya Indonesia, pengelolaan kekayaan kini tidak lagi semata-mata soal menjaga dan menumbuhkan aset. Lebih dari itu, ada kebutuhan untuk mendistribusikan kekayaan secara adil sekaligus menjaga harmoni keluarga ketika tongkat estafet kepemimpinan berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di sinilah permintaan terhadap family office meningkat. Family office merupakan lembaga khusus yang dibentuk untuk mengelola investasi sekaligus memastikan tata kelola keluarga berjalan lintas generasi.

Lembaga ini semakin dipandang penting untuk membantu keluarga menyederhanakan proses pengambilan keputusan, memperjelas jalur suksesi, serta meminimalkan potensi konflik antar-ahli waris.

Wakil Ketua Swarovski International Holding Robert Buchbauer menilai bahwa seiring berkembangnya keluarga dan bisnis, kebutuhan akan tata kelola yang jelas menjadi semakin krusial.

Baca juga: Insentif Pajak Orang Superkaya di Family Office Harus Taat Prinsip Klub Negara Maju

Tanpa aturan yang disepakati bersama, dinasti bisnis berisiko “terhenti di satu titik” dan dalam skenario terburuk dapat berujung pada kekacauan, terutama ketika skala usaha membesar dan perspektif antar-generasi mulai berbeda.

Oleh karena itu, keluarga-keluarga global cenderung mencari yurisdiksi yang stabil, efisien dari sisi pajak, serta memiliki sistem tata kelola yang kuat. Bagi keluarga superkaya Indonesia, Hong Kong dinilai sebagai salah satu opsi paling strategis.

Ekosistem keuangan dan inovasi yang saling menguatkan

Menjaga sekaligus menumbuhkan kekayaan keluarga merupakan fondasi keberlanjutan jangka panjang. Dalam hal ini, Hong Kong memiliki infrastruktur keuangan yang kokoh.

Pasar modalnya yang dinamis menawarkan akses cepat terhadap pendanaan dan peluang investasi. Pada 2025, ekosistem keuangan Hong Kong mencatat 119 penawaran umum perdana (IPO), termasuk empat di antaranya masuk dalam sepuluh IPO terbesar dunia tahun itu, dengan total dana yang dihimpun melampaui 36 miliar dollar AS.

Hong Kong merupakan kawasan dengan yurisdiksi yang stabil, efisien dari sisi pajak, serta memiliki sistem tata kelola yang kuat sehingga cocok sebagai lokasi family office. dok. Istimewa Hong Kong merupakan kawasan dengan yurisdiksi yang stabil, efisien dari sisi pajak, serta memiliki sistem tata kelola yang kuat sehingga cocok sebagai lokasi family office.

Kedalaman dan likuiditas pasar modal Hong Kong menjadi faktor penting bagi family office yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola instrumen investasi global, termasuk kemudahan keluar-masuk investasi.

Banyak perusahaan besar asal Tiongkok juga tercatat di bursa Hong Kong, memperkuat posisi kota tersebut sebagai jembatan antara modal global dan pertumbuhan Asia.

Cucu pendiri Adidas sekaligus pendiri ADLEGACY Horst Bente, merangkum peran Hong Kong dalam dua kata, yakni “gerbang yang dinamis” yang menjadi penghubung peluang Asia dengan jaringan dan modal global.

Tak hanya di sektor keuangan, Hong Kong juga mengukuhkan diri sebagai pusat inovasi. Dalam edisi ke-38 Global Financial Centres Index (GFCI), Hong Kong menempati peringkat pertama dunia dalam kategori fintech.

Pemerintah setempat juga aktif mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI), aset kripto berbasis stablecoin, serta sektor bioteknologi dan ilmu hayati.

Hub kompetitif yang disukung talenta kelas dunia

Dari sisi sumber daya manusia, Hong Kong dihuni talenta terbaik di bidang keuangan, teknologi, hukum, hingga pendidikan. Dalam IMD World Talent Ranking 2025, Hong Kong menempati peringkat pertama di Asia.

Kota ini memiliki lebih dari 267.000 profesional sektor keuangan dan menjadi rumah bagi 70 dari 100 bank terbesar dunia. Hal ini memungkinkan keluarga superkaya mengakses layanan berstandar internasional dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Dari sisi sumber daya manusia, Hong Kong dihuni talenta terbaik di bidang keuangan, teknologi, hukum, hingga pendidikan. dok. Istimewa Dari sisi sumber daya manusia, Hong Kong dihuni talenta terbaik di bidang keuangan, teknologi, hukum, hingga pendidikan.

Dalam mendirikan family office, keluarga superkaya Indonesia juga diperbolehkan membawa tim tepercaya mereka sendiri, kemudian melengkapinya dengan profesional lokal sesuai kebutuhan.

Di bidang pendidikan, Hong Kong menawarkan puluhan sekolah internasional serta universitas kelas dunia. University of Hong Kong bahkan menempati peringkat pertama di Asia dalam QS Asia University Rankings 2026, mendukung pendidikan generasi penerus yang kompetitif secara global.

Kepastian hukum, pajak kompetitif, dan kualitas hidup

Bagi keluarga dengan aset lintas negara, kepastian hukum dan stabilitas iklim usaha sama pentingnya dengan imbal hasil investasi.

Hong Kong beroperasi berdasarkan prinsip “One Country, Two Systems” dengan sistem hukum common law yang independen dan selaras dengan praktik pasar global.

Tidak terdapat pembatasan kepemilikan asing maupun pergerakan modal, barang, talenta, dan informasi. Kerangka regulasi yang transparan dan dapat diprediksi ini memberikan rasa aman dalam jangka panjang.

Dari sisi perpajakan, Hong Kong dikenal memiliki sistem yang sederhana dan kompetitif. Family office dapat memanfaatkan berbagai insentif selama memenuhi persyaratan regulasi, tanpa kewajiban untuk mengalokasikan porsi tertentu asetnya ke pasar lokal.

Baca juga: Pesona Hong Kong di Mata Para Investor

Di luar aspek finansial, Hong Kong juga menawarkan kualitas hidup tinggi, didukung infrastruktur modern, transportasi publik yang efisien, lingkungan yang relatif aman, serta berbagai pilihan gaya hidup premium.

Dengan ekosistem keuangan yang matang, kedekatan dengan pusat inovasi, ketersediaan talenta profesional yang luas, kepastian hukum, rezim pajak yang mendukung, serta standar hidup premium, Hong Kong bukan sekadar lokasi untuk mengelola kekayaan.

Lebih dari itu, Hong Kong menawarkan platform strategis bagi keluarga pemilik bisnis untuk menumbuhkan sekaligus mewariskan legacy atau warisan usaha lintas generasi.

Melihat berbagai keunggulan tersebut, keluarga superkaya Indonesia dinilai perlu mulai mempertimbangkan Hong Kong sebagai destinasi strategis dalam menyiapkan proses alih waris dan keberlanjutan kekayaan generasi berikutnya.

Tag:  #memutus #kutukan #generasi #ketiga #mengapa #hong #kong #jadi #opsi #strategis #bagi #family #office #uhnwi #indonesia

KOMENTAR