Inflasi Denpasar Melebihi Nasional, Pedagang Diberi Subsidi Rp 3.000
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.(KOMPAS.com/NI KETUT SUDIANI)
15:12
13 Februari 2026

Inflasi Denpasar Melebihi Nasional, Pedagang Diberi Subsidi Rp 3.000

- Inflasi tertinggi terjadi di Kota Denpasar yakni sebesar 3,6 persen. Bahkan melebihi inflasi nasional yang berada di angka 3,5 persen.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Denpasar memberikan subsidi Rp 3.000 kepada pedagang.  

"Kita di Kota Denpasar, melalui Pasar Badung memiliki Unit Usaha Sewaka Jaya, memberikan subsidi dalam rangka menjaga inflasi di Kota Denpasar," kata Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Denpasar, Jumat (13/2/2026).

"Kita ada subsidi Rp 3.000, jadi penurunan harga di beberapa pos," ungkap dia.

Baca juga: Inflasi 3,55 Persen: Alarm Awal Tahun

Bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Jaya Negara mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau harga sembako di Pasar Badung.

Gibran sempat menanyakan harga cabai yang tembus Rp 85.000 per kilogram. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian di antaranya gula, beras, telur, dan cabai.

"Beliau hanya meminta subsidi diberikan biar merata. Jika pun merata, unit (Sewaka Jaya) ini tidak mampu," kata Jaya Negara.

Sebagai solusinya, subsidi akan diberikan secara bergantian. Dengan begitu, semuanya tetap akan mendapat subsidi, namun dalam waktu yang berbeda-beda.

"Ini demi menjaga inflasi. Inflasi kita (Denpasar) tembus 3,6 persen per tahun, masih di atas nasional. Nasional kan 3,5," imbuh dia.

Meskipun Denpasar mengalami inflasi, namun secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d), Bali justru mencatat deflasi sebesar 0,34 persen.

Kondisi itu, kata dia, menunjukkan bahwa tekanan harga relatif terkendali. Hanya saja tetap diperlukan penguatan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dengan begitu stabilitas harga dan daya beli masyarakat Bali dapat tetap terjaga. “Di hulu kita di pemerintahan membuat regulasi yang memihak kepada IKM atau koperasi lokal sebagai penggerak perekonomian Bali," ungkap Koster, Selasa (10/2/2026) lalu.

"Di hilir juga dipastikan bahwa IKM atau koperasi juga menyerap sumber daya lokal, dan masyarakat yang membeli juga benar-benar produk lokal."

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali R Erwin Soeriadimadja menjelaskan, inflasi Bali hingga Januari 2026 tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5, sekitar satu persen. 

Terdapat peningkatan volatilitas pada sejumlah komoditas pangan strategis. Karenanya perlu dilakukan penguatan dalam ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Terlebih menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengamini bahwa pengendalian inflasi di Bali sangat terkait dengan penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Komoditas pangan strategis, termasuk beras, cabai, bawang, dan komoditas hortikultura, menjadi penyumbang utama tekanan inflasi.

Baca juga: Inflasi Tahunan Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Ini Sebabnya Kata BI

Tag:  #inflasi #denpasar #melebihi #nasional #pedagang #diberi #subsidi #3000

KOMENTAR