Purbaya Optimistis Tekan Defisit APBN, Reformasi Pajak Jadi Tumpuan
- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi kunci untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menilai, tanpa perubahan strategi, Indonesia berisiko masuk jurang resesi seperti krisis 1997–1998.
“Karena kita akan resesi dan kalau kita lihat strateginya kemarin, hampir pasti kita menuju 97–98. Kita ubah strateginya supaya pertumbuhan semakin cepat,” ujar Purbaya dalam Economic Outlook di Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Menurut Menkeu, salah satu langkah yang diambil adalah menahan berbagai kebijakan yang berpotensi menekan daya beli dan dunia usaha, seperti kenaikan tarif pajak, pemungutan pajak pedagang online, hingga cukai minuman manis (MBDK).
Baca juga: Purbaya Bantah Rumor Suahasil dan Misbakhun Masuk Bursa Pimpinan OJK
Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.Bendahara negara ini menegaskan, stimulus yang diberikan memang masih terbatas. Namun, fokus utamanya adalah membalik arah ekonomi agar kembali tumbuh lebih cepat dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang tersedia.
Purbaya mengungkapkan, pemerintah mendorong percepatan belanja negara dan mengoptimalkan likuiditas yang tersedia di sistem keuangan.
Ia bahkan secara aktif meminta kementerian dan lembaga mempercepat realisasi belanja untuk menggerakkan ekonomi.
Indikasi perbaikan itu, lanjut dia, terlihat dari pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari yang meningkat 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Kalau ini bisa saya jaga, momentum pertumbuhannya bagus, kita tahan 30 persen terus, itu saja sudah melebihi target dari APBN kita. Defisitnya akan turun,” kata Purbaya.
Purbaya menekankan, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat menjadi modal utama untuk meningkatkan penerimaan negara, memperbaiki rasio pajak (tax ratio), sekaligus mengendalikan defisit anggaran.
Selain mendorong pertumbuhan, Purbaya juga melakukan pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ia menilai, pengawasan ketat terhadap barang ilegal akan memperkuat pasar domestik. Dengan ekonomi Indonesia yang 90 persen digerakkan oleh permintaan dalam negeri, kebocoran akibat praktik ilegal dinilai selama ini menggerus potensi penerimaan dan daya saing pelaku usaha lokal.
Purbaya optimistis, dengan kombinasi percepatan pertumbuhan, peningkatan kepatuhan pajak, dan reformasi internal, defisit APBN dapat ditekan secara bertahap tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan pajak baru.
“Ekonomi yang lebih cepat adalah modal saya untuk mengendalikan pendapatan maupun tax ratio maupun defisit anggaran,” ucapnya.
Baca juga: Purbaya Proyeksi Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tumbuh 5,6 Persen, Dorongan Diskon?
Tag: #purbaya #optimistis #tekan #defisit #apbn #reformasi #pajak #jadi #tumpuan