Menkeu Purbaya Belum Pastikan APBN untuk Utang Kereta Cepat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (11/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
15:08
12 Februari 2026

Menkeu Purbaya Belum Pastikan APBN untuk Utang Kereta Cepat

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum dapat memastikan terkait kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Purbaya menyatakan belum mengetahui secara perinci terkait kemungkinan tersebut dan akan membahasnya lebih lanjut.

"Saya belum tanya masalah itu, belum (dengan APBN) seingat saya masih 50:50 tapi saya akan diskusi," katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung Rp 225.000, Berlaku hingga 31 Januari 2026

Ilustrasi kereta cepat Whoosh. Cara Menghubungkan Perangkat dengan WiFi di Stasiun Whoosh, Gratis Tanpa PasswordWhoosh Ilustrasi kereta cepat Whoosh. Cara Menghubungkan Perangkat dengan WiFi di Stasiun Whoosh, Gratis Tanpa Password

Termasuk rencana Purbaya untuk ikut melakukan negosiasi dengan China terkait kelanjutan pembayaran utang.

"Belum belum," jawabnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa penyelesaian pembayaran utang dan bunga kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh Rp 1,2 triliun terus digodok.

Salah satu opsi yang mengemuka yakni pembayaran utang Whoosh bakal ditanggung APBN sehingga tidak membebani keuangan konsorsium BUMN yang terlibat.

Baca juga: Urus Kereta Cepat hingga Stabilitas Ekonomi, Purbaya Pede Rupiah Menguat

"Iya," ujar Prasetyo, singkat, saat ditanya apakah utang Whoosh akan menggunakan APBN.

Menurut Prasetyo hingga kini Danantara masih berupaya melakukan negosiasi dengan China terkait kelanjutan pembayaran utang.

"Kemarin laporan terakhir Rapat di Danantara masih finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ujar Prasetyo dikutip Rabu (11/2/2026).

Kereta Cepat Whoosh. Pakar ekonomi dari Unair sebut pernyataan Jokowi tentang pembangunan kereta cepat Whoosh sebagai investasi sosial tidak bisa menjadi pembenaranPT KCIC Kereta Cepat Whoosh. Pakar ekonomi dari Unair sebut pernyataan Jokowi tentang pembangunan kereta cepat Whoosh sebagai investasi sosial tidak bisa menjadi pembenaran

Namun Prasetyo belum menjelaskan secara detail bagaimana mekanisme pembayaran cicilan utang Kereta Cepat Jakarta Bandung ke China bila memang diputuskan menggunakan uang pajak.

Baca juga: Temui Purbaya, AHY Akan Bentuk Komite Nasional Bereskan Utang Kereta Cepat

Sebagai informasi, KCJB menghadapi beban utang yang cukup berat.

KAI bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI). Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,493 miliar per hari.

Kerugian itu masih berlanjut tahun ini.

Baca juga: AHY Kunjungi Purbaya, Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh

Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.

Di tengah masalah yang mencekik, Presiden Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab dan meminta masyarakat tidak perlu ribut-ribut perihal Whoosh.

Tag:  #menkeu #purbaya #belum #pastikan #apbn #untuk #utang #kereta #cepat

KOMENTAR