Dirut BEI Mundur Saat Pasar Bergejolak, OJK: Tidak Ganggu Operasional Bursa
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman diharapkan tidak akan mengganggu proses perdagangan di pasar modal.
Inarno mengatakan, pengunduran diri Iman diharapkan tidak mengganggu operasional BEI.
Dia menjamin bahwa seluruh fungsi perdagangan kliring hingga kustodian berjalan normal.
“OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak mengganggu operasional BEI. Seluruh fungsi perdagangan kliring, penjaminan, dan kustodian berjalan normal,” kata Inarno kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Mensesneg Tegaskan Dirut BEI Mundur Bukan Atas Tekanan Presiden
Dia juga mengatakan bahwa pengunduran diri Iman adalah bentuk tanggung jawab di tengah gejolak di pasar modal.
“Kami memandang dan menghargai keputusan Iman Rachman. Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral beliau atas kondisi pasar saat ini,” kata mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (menjabat tahun 2018-2022) itu.
Sebagai informasi, Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026). Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir.
Iman menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tanggung jawab moral dan profesional sebagai pimpinan tertinggi BEI.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman Rachman.
Grafik pergerakan IHSG usai penerapan trading halt pada perdagangan Kamis (29/1/2026)
Tekanan pada IHSG
Dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sebagai dampak pengumuman dari MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang memicu aksi jual besar-besaran.
BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada Rabu (28/1/2026) pukul 13.43 WIB sebagai respons atas volatilitas pasar.
Trading halt kembali diberlakukan pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.26 WIB dan dibuka kembali pada pukul 09.56 WIB.
Mekanisme trading halt diterapkan untuk menstabilkan pasar saat terjadi fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menunjukkan pemulihan terbatas.
Hingga pukul 09.28 WIB, indeks tercatat menguat 0,91 persen ke level 8.307.
Pada penutupan sesi pertama, IHSG berhasil menguat 1,18 persen atau 96,95 poin pada level 8.329,15.
IHSG sempat masuk ke level terendah menyentuh level terendah harian di 7.481,99 pada Kamis (29/1/2026), sebelum berhasil rebound dan mengikis penurunana menjadi ditutup melemah 88,36 poin atau 1,06 persen ke posisi 8.232,20.
Baca juga: Purbaya soal Dirut BEI Mundur: Kesalahan Dia Fatal sehingga IHSG Terkoreksi
Tag: #dirut #mundur #saat #pasar #bergejolak #tidak #ganggu #operasional #bursa