Penumpang KA Gajayana Capai 380.715 Sepanjang Tahun 2025
Kereta Api Gajayana relasi Malang?Gambir (PP) kini memiliki rangkaian Eksekutif Stainless Steel New Generation (SSNG). Pada hari yang sama, perubahan sarana juga berlaku untuk KA Gajayana rute Gambir?Malang serta KA Parahyangan (132?133) relasi Gambir?Bandung (PP).(DOK. PT KAI)
18:24
29 Januari 2026

Penumpang KA Gajayana Capai 380.715 Sepanjang Tahun 2025

– Kereta Api (KA) Gajayana menjadi salah satu tulang punggung mobilitas antarkota di Pulau Jawa sepanjang 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang KA Gajayana mencapai 380.715 orang dalam periode tersebut, seiring tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat dari daerah menuju Jakarta dan sebaliknya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angka tersebut mencerminkan konsistensi arus perjalanan antarkota, khususnya pada lintas Malang–Jakarta yang dilalui KA Gajayana.

“Sepanjang tahun 2025, KA Gajayana melayani 380.715 pelanggan, sejalan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat antarkota yang terus berlangsung pada lintas Malang–Jakarta dan wilayah yang dilaluinya,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).

KA Gajayana melayani relasi Malang (ML)–Jakarta Gambir (GMR) pulang-pergi melalui lintas tengah Pulau Jawa dengan jarak tempuh sekitar 905 kilometer. Kereta ini berhenti di sejumlah kota strategis, seperti Malang, Blitar, Kediri, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, hingga Gambir.

Menurut Anne, layanan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keterhubungan antarwilayah yang memiliki karakter ekonomi dan aktivitas masyarakat yang beragam.

“KA Gajayana memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat serta menjaga keterhubungan antarwilayah di Pulau Jawa,” kata dia.

Baca juga: Usai Kecelakaan KA Gajayana vs Truk di Kebumen: Pos Jaga Rusak, Palang Pintu Dijaga Manual

Di wilayah Malang, perjalanan kereta api didukung oleh aktivitas pendidikan, jasa, dan pariwisata yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024–2025 menunjukkan sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama perekonomian kota ini, yang berkaitan erat dengan kebutuhan transportasi antarkota.

Sementara itu, di Blitar, Kediri, dan Madiun, mobilitas menggunakan kereta api turut menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari perjalanan keluarga hingga mobilitas pelaku usaha.

“Karakter perekonomian daerah itu, bertumpu pada perdagangan dan jasa selaras dengan kebutuhan layanan kereta api jarak jauh yang terjadwal,” lanjut Anne.

Memasuki Solo Balapan dan Yogyakarta, KA Gajayana melayani kawasan dengan aktivitas budaya dan pendidikan yang kuat. Publikasi BPS Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025 mencatat pergerakan wisatawan nusantara yang tinggi, mencerminkan peran transportasi kereta api dalam mendukung perjalanan wisata dan kegiatan sosial lintas daerah.

Baca juga: 5 Fakta KA Pandalungan, yang Geser KA Gajayana Sebagai Kereta Rute Terpanjang se-RI

Purwokerto juga berperan sebagai simpul perjalanan masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyumas menurut BPS 2024–2025 menunjukkan dominasi sektor perdagangan dan jasa, sejalan dengan kebutuhan perjalanan antarkota menggunakan kereta api.

Perjalanan KA Gajayana turut melayani Cirebon sebagai kota penghubung menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Aktivitas perjalanan di kota ini berkaitan dengan sektor perdagangan, jasa, dan akomodasi, dengan tingkat hunian hotel yang relatif stabil sepanjang 2025.

Anne menyebutkan, seluruh rangkaian perjalanan tersebut bermuara di Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan bisnis nasional.

“Perjalanan kerja, agenda institusional, serta mobilitas keluarga membentuk pola perjalanan pulang-pergi yang konsisten antara daerah dan ibu kota,” jelasnya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata, KA Gajayana juga berperan menjaga keterhubungan sosial masyarakat lintas wilayah.

“Kereta api menjadi sarana perjalanan yang terjadwal bagi keluarga, mahasiswa, pekerja, dan komunitas, sehingga interaksi sosial antardaerah dapat terus terjaga,” ujar Anne.

Memasuki 2026, KAI mulai menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation pada layanan KA Gajayana untuk meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan jarak jauh.

“Peningkatan layanan KA Gajayana diarahkan untuk menjaga kualitas perjalanan serta mendukung mobilitas masyarakat antarkota yang aman dan nyaman,” tegas Anne.

Tag:  #penumpang #gajayana #capai #380715 #sepanjang #tahun #2025

KOMENTAR