Soal Bawa Agenda Khusus, Thomas Djiwandono: Nanti Lihat Saja di RDG Berikutnya
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akhirnya terpilih sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini menyatakan, kinerjanya bakal bisa terlihat saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari 2026.
Menurutnya, dalam RDG yang merupakan rapat berkala bulanan bank sentral dalam penentuan kebijakan moneter termasuk penentuan suku bunga acuan BI Rate bisa menjadi patokan ukuran kinerjanya usai menjadi deputi.
"Saya punya tugas khusus untuk ini? Enggak ada. Saya punya agenda bagaimana mengarahkan dewan gubernur? Enggak ada. Nanti lihat saja di RDG berikutnya, bisa enggak ada perubahan drastis? Sampai ke saat itu saya mengatakan, saya berkomitmen. Tapi jaminannya di RDG berikutnya," tegas Thomas di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Thomas Djiwandono Blak-blakan Alasannya Jadi Deputi Gubernur BI
Lebih jauh Tommy, sapaan akrabnya, berjanji akan banyak berkontribusi sesuai kapasitasnya sebagai deputi gubernur BI.
Ia mengaku memiliki latar belakang keilmuan yang kuat di bidang moneter sehingga percaya diri menjalankan tugas barunya di otoritas moneter itu, meski baru menjabat selama satu setengah tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Tommy akan membawa misi penguatan sinergi otoritas fiskal dan moneter dalam jabatan barunya.
Ia menekankan bukan lagi dalam bentuk burden sharing atau berbagi beban sebagaimana periode Covid-19.
Melainkan sinergi memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam menggerakkan ekonomi riil.
"Burden yang kita kenal adalah produk masa pandemi kalau lihat teknisnya cost sharing. Yang saya tekankan di fit and proper ialah sinergi dari mengelola transmisi," tegas Thomas.
Profil Thomas Djiwandono
Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972.
Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Presiden Soeharto dan kini dikenal sebagai akademisi yang mengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati atau Bianti, merupakan kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto.
Thomas juga merupakan cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46.
Ia telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.
Riwayat Pendidikan
Tommy menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta.
Ia tercatat bersekolah di SMP Kanisius, Menteng.
Pendidikan tinggi ia lanjutkan di luar negeri.
Thomas meraih gelar Sarjana Studi Sejarah (Bachelor of Arts in History) dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 1994.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC, Amerika Serikat, pada 2003.
Ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024 oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024.
Setelah pergantian pemerintahan, ia kembali dipercaya menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pelantikan dilakukan pada 21 Oktober 2024.
Baca juga: Thomas Djiwandono Bantah Prabowo Terlibat dalam Penunjukan Deputi Gubernur BI
Tag: #soal #bawa #agenda #khusus #thomas #djiwandono #nanti #lihat #saja #berikutnya