Solusi Mentan untuk Cisarua: Hortikultura Ganti Tanaman Perkebunan
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan solusi permanen untuk warga Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang terdampak longsor.
Amran mengatakan, pihaknya telah sepakat dengan anggota Komisi IV DPR RI untuk mengganti tanaman hortikultura di lahan dengan kemiringan tajam di sana dengan tanaman perkebunan.
Solusi itu telah Amran sampaikan kepada Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail pada Rabu (28/1/2026).
“Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan,” kata Amran di Cisarua dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Asosiasi Pedagang Daging Mogok, Minta Mentan Atasi Harga Sapi Mahal
Adapun jenis tanaman perkebunan yang akan ditanam di kawasan Cisarua itu antara lain kelapa, kopi, dan alpukat.
Tanaman itu dinilai lebih bisa menahan laju erosi tanah dan mengurangi potensi longsor di masa mendatang.
Saat ini, Kementerian Pertanian tinggal menunggu usulan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait jumlah tanaman perkebunan yang dibutuhkan.
“Anggarannya sudah ada, nanti kami tinggal tunggu usulan dari Pak Bupati, Pak Gubernur,” ujar Amran.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan, pemerintah berupaya bertindak cepat dalam mengatasi longsor di Cisarua.
Di luar persoalan proses pencarian korban yang masih berlangsung, pemerintah juga merencanakan pemulihan bagi warga terdampak, di antaranya dengan mengganti tanaman hortikultura dengan perkebunan.
Nantinya, pemerintah tetap akan membedakan penanaman pada lahan miring dan datar. Lahan miring akan ditanami tanaman perkebunan sedangkan lahan datar ditanami hortikultura.
“Karena kalau ini tidak dilakukan, akan terjadi lagi berikutnya. Ini sangat rawan, terutama yang kemiringannya 20 derajat, 30 derajat, apalagi 45 derajat,” tutur Amran.
“Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor,” tambahnya.
Foto udara tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi. Menurutnya, Kementerian Pertanian mendapatkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) cukup banyak dari Presiden Prabowo.
Kepala negara, kata Amran, memerintahkan agar luasan lahan perkebunan mencapai 870.000 hektar di seluruh Indonesia. “Khusus daerah-daerah rawan bencana kita prioritaskan,” ucap Amran.
Sebagai informasi, bencana longsor di Cisarua mengakibatkan sekitar 50 orang meninggal dan 80 lainnya masih hilang karena diduga tertimbun.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 156 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah pengungsi mencapai 564 orang.
Saat ini, mereka berlindung di kantong-kantong pengungsian yang disediakan pemerintah.
Bencana tanah longsor menerjang tiga kawasan di Desa Pasirlangu yakni, Kampung Pasirkuning, Pasirkuda, dan Babakan Cibudah.
"Data terbaru menunjukkan total rumah dengan status rusak berat mencapai 48 unit, ditambah satu fasilitas ibadah berupa musala yang juga rusak berat," kata Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir, Rabu.
Baca juga: Lewat Lapor Pak Amran, Mentan Perangi Mafia dan Koruptor
Tag: #solusi #mentan #untuk #cisarua #hortikultura #ganti #tanaman #perkebunan