Draf Email Tak Sengaja Tersebar, Amazon Kembali Pangkas Karyawan
OpenAI tengah melakukan pembicaraan dengan Amazon terkait potensi investasi dan kerja sama penggunaan chip kecerdasan buatan (AI). (Amazon)
12:04
28 Januari 2026

Draf Email Tak Sengaja Tersebar, Amazon Kembali Pangkas Karyawan

Amazon kembali bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja dalam skala global. Informasi tersebut mencuat setelah sejumlah karyawan menerima draf email internal yang diduga terkirim tanpa sengaja.

Draf email itu ditulis oleh Colleen Aubrey, Wakil Presiden Senior Amazon Web Services (AWS). Pesan tersebut ikut terlampir dalam undangan kalender yang dikirim seorang asisten eksekutif kepada sejumlah karyawan Amazon pada Selasa (27/1/2026) malam.

Isi email menyebutkan sejumlah besar karyawan di Amerika Serikat, Kanada, dan Kosta Rika telah diberhentikan. PHK tersebut disebut sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk “memperkuat organisasi”.

Pesan yang dilihat BBC kemudian ditarik kembali. Kondisi ini memunculkan dugaan penyebaran terjadi tanpa disengaja. Hingga kini, Amazon belum memberikan penjelasan resmi. Juru bicara perusahaan menolak memberikan komentar.

Baca juga: WEF Davos 2026, Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia

Undangan kalender yang beredar menggunakan judul “Kirim email proyek Dawn”. Nama tersebut diyakini sebagai kode internal Amazon untuk program pemutusan hubungan kerja. Meski email tersebut mengindikasikan PHK sudah berjalan, karyawan belum menerima pemberitahuan resmi secara individual.

“Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang telah kami lakukan selama lebih dari setahun untuk memperkuat perusahaan dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan kepemilikan, dan menghilangkan birokrasi, sehingga kami dapat bergerak lebih cepat untuk pelanggan,” tulis Aubrey dalam email tersebut.

Ia juga mengakui dampak kebijakan ini bagi para pekerja. “Perubahan seperti ini sulit bagi semua orang. Keputusan ini sulit dan dibuat dengan matang saat kami memposisikan organisasi dan AWS untuk kesuksesan di masa depan,” lanjutnya.

Amazon sebelumnya telah mengumumkan PHK terhadap sekitar 14.000 karyawan pada akhir Oktober lalu. Putaran terbaru ini disebut telah diperkirakan oleh sebagian pekerja dalam beberapa pekan terakhir, menurut seorang mantan karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, di internal perusahaan berkembang pemahaman manajemen puncak berencana memangkas total sekitar 30.000 posisi. Target itu diperkirakan dicapai melalui satu gelombang besar PHK tambahan bulan ini, lalu diikuti pengurangan lanjutan hingga akhir Mei.

Baca juga: PHK Massal Terjadi Sepanjang 2025, Meta hingga Amazon Pangkas Karyawan

Amazon membuka peluang bagi karyawan terdampak untuk melamar kembali ke posisi lain di dalam perusahaan. Namun, jumlah lowongan dinilai terbatas. Pekerja yang tidak memperoleh penempatan baru akan menerima pesangon sesuai masa kerja.

Langkah Amazon sejalan dengan tren di industri teknologi global. Sejak 2022, perusahaan besar seperti Amazon, Meta, Google, dan Microsoft memangkas puluhan ribu karyawan setiap tahun. Data Layoffs.fyi mencatat sekitar 700.000 pekerja teknologi kehilangan pekerjaan dalam empat tahun terakhir.

Tahun ini, Meta selaku pemilik Facebook kembali melakukan PHK yang berdampak pada ratusan karyawan. Pinterest juga mengumumkan pemangkasan sekitar 700 posisi pekan ini.

Perubahan besar di Amazon berlangsung sejak pendirinya, Jeff Bezos, mundur dari jabatan kepala eksekutif empat tahun lalu. Penggantinya, Andy Jassy, memimpin perusahaan melewati beberapa gelombang PHK sepanjang 2023, 2024, hingga 2025.

Di bawah kepemimpinan Jassy, Amazon menerapkan budaya kerja yang lebih ketat. Karyawan diwajibkan masuk kantor lima hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut menjadikan Amazon sebagai salah satu perusahaan teknologi besar yang menuntut kerja penuh waktu dari kantor.

Pengendalian biaya juga diperketat. Laporan Business Insider menyebut Amazon memantau penggunaan ponsel kantor karyawan AWS untuk membatasi klaim penggantian biaya komunikasi sebesar 50 dollar AS per bulan, setara sekitar Rp 835.200.

Dalam email kepada karyawan menjelang libur Thanksgiving yang juga dilihat BBC, Jassy menyampaikan refleksi terkait perubahan cepat dunia kerja. Ia mengaku bersyukur atas “tantangan dan peluang di tempat kerja” karena “dunia berubah dengan sangat cepat”.

Jassy menyebut fase tersebut sebagai “waktu untuk memikirkan kembali semua yang pernah kita lakukan”.

Pada hari yang sama dengan beredarnya email internal tersebut, Amazon juga mengumumkan penutupan sekitar 70 toko bahan makanan bermerek Amazon, termasuk Amazon Fresh dan Amazon Go. Perusahaan memilih mengalihkan fokus ekspansi ke jaringan Whole Foods Market.

Tag:  #draf #email #sengaja #tersebar #amazon #kembali #pangkas #karyawan

KOMENTAR