Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dollar AS, Investor Cari Ketahanan Portofolio
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan melampaui level psikologis 5.000 dollar AS per ons pada perdagangan Senin (26/1/2026).(PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
08:36
28 Januari 2026

Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dollar AS, Investor Cari Ketahanan Portofolio

Harga emas dunia memasuki fase yang kerap disebut para pelaku pasar sebagai momen historis.

Untuk pertama kalinya, harga emas dunia menembus level 5.000 dollar AS per troy ons, setara sekitar Rp 84,9 juta.

Di dalam negeri, lonjakan harga emas dunia tersebut turut mendorong harga emas Antam sempat melonjak hingga Rp 3.000.000 per gram, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di Indonesia.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 28 Januari 2026: Rp 2,916 Juta per Gram, Cek Daftarnya

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia menembus level 4.900 dollar AS per ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1/2026).DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia menembus level 4.900 dollar AS per ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1/2026).

Lonjakan ini terjadi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, mulai dari konflik geopolitik yang berkepanjangan, perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju, hingga pergeseran strategi investor global dalam menjaga ketahanan portofolio.

Dalam konteks tersebut, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang relevan, bahkan di era suku bunga tinggi dan pasar keuangan yang semakin kompleks.

Joseph Cavatoni, Senior Markets Strategist & Head of Public Policy (Americas) di World Gold Council (WGC) menilai reli harga emas ke level 5.000 dollar AS tidak dapat dipahami semata-mata sebagai fenomena jangka pendek atau spekulasi pasar.

“Kenaikan harga emas ke level 5.000 dollar AS mencerminkan kombinasi reposisi investor, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, serta berlanjutnya permintaan akan ketahanan portofolio,” ujar Cavatoni dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Ketidakpastian Global Dongkrak Harga Emas Dunia Hari Ini

Menurut dia, investor global yang sebelumnya memiliki alokasi emas relatif rendah kini mulai meninjau kembali asumsi dasar mereka terhadap manajemen risiko.

Realokasi portofolio inilah yang, kata Cavatoni, mendorong harga emas bergerak lebih cepat dibandingkan proyeksi banyak model valuasi tradisional.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Lonjakan cepat, sentimen pasar berubah

Pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar global berubah. Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, harga emas melonjak lebih dari 500 dollar AS per troy ons.

Kenaikan tajam dalam waktu singkat ini kerap memunculkan kekhawatiran akan potensi gelembung harga.

Baca juga: Harga Emas Meroket, Tapi Amankah untuk Keuntungan Jangka Pendek?

Namun, Cavatoni menilai reli tersebut tidak bisa serta-merta dilabeli sebagai spekulasi berlebihan.

“Hal ini bukan sekadar spekulasi berlebih, melainkan bukti betapa cepatnya sentimen pasar berubah,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa reli emas saat ini disertai dengan volatilitas jangka pendek yang meningkat. Kondisi ini mencerminkan proses adaptasi pasar terhadap era harga emas yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Investor, menurut Cavatoni, masih menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap level harga baru yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Hari Ini: Terpengaruh Ancaman Tarif dan Dollar AS

Reuters melaporkan arus dana ke produk investasi berbasis emas, termasuk exchange traded fund (ETF) emas, kembali menguat sejak akhir 2025, setelah sempat melemah pada periode kenaikan suku bunga agresif bank sentral global.

Kembalinya minat ini menunjukkan emas kembali dipandang relevan sebagai penyeimbang risiko, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Geopolitik dan ketahanan portofolio

Ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas di level tinggi.

Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, ketegangan hubungan antarnegara besar, serta meningkatnya risiko fragmentasi ekonomi global membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap stabil secara historis.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 27 Januari 2026: Turun Jadi Rp 2.916.000 per Gram, Cek Daftar Terbarunya

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Laporan Bloomberg menyebutkan, emas kembali menjadi pilihan utama investor institusional di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar.

Dalam situasi di mana kepercayaan terhadap koordinasi kebijakan global melemah, emas dinilai menawarkan perlindungan yang relatif independen dari kebijakan satu negara tertentu.

Cavatoni menegaskan, permintaan emas saat ini tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari manajer aset besar dan bank sentral.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral di berbagai negara berkembang secara konsisten menambah cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi devisa.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Januari 2025: Kompak Menguat, UBS Tembus Rp 3 Juta

Risiko bagi harga emas

Meski prospek emas terlihat solid, Cavatoni mengingatkan terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menjadi risiko bagi kelanjutan reli harga.

Risiko terbesar, menurut dia, adalah membaiknya sentimen risiko global secara signifikan.

“Terutama jika pertumbuhan ekonomi menguat tanpa disertai ketegangan geopolitik,” ujarnya.

Dalam skenario tersebut, kepastian jalur pertumbuhan, berkurangnya ketidakpastian, serta pulihnya kepercayaan terhadap koordinasi kebijakan global dapat mengurangi urgensi kepemilikan aset defensif seperti emas.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 27 Januari 2026: Rp 2,917 Juta per Gram, Cek Daftarnya

Selain itu, faktor-faktor makroekonomi klasik juga tetap relevan. Kenaikan suku bunga, penguatan dollar AS, atau peralihan berkelanjutan kembali ke aset berisiko seperti saham berpotensi memperlambat momentum kenaikan emas.

Secara historis, emas cenderung menghadapi tekanan ketika imbal hasil aset berbunga meningkat atau ketika dollar AS menguat tajam.

Namun, Cavatoni menilai saat ini belum terlihat tanda-tanda kuat ke arah tersebut.

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

“Saat ini belum ada indikasi yang jelas akan terjadinya kondisi tersebut, sehingga posisi emas tetap kokoh,” katanya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Analisis dari Financial Times juga mencatat bahwa meskipun bank sentral utama dunia mulai lebih berhati-hati dalam kebijakan moneternya, ketidakpastian arah suku bunga jangka menengah masih cukup tinggi.

Kondisi ini membuat emas tetap relevan sebagai alat lindung nilai terhadap risiko kebijakan.

Bertahan di level tinggi

Ke depan, Cavatoni memproyeksikan bahwa jika kondisi global saat ini terus bertahan, mulai dari tingginya ketidakpastian, dinamika kebijakan yang disruptif, hingga kebutuhan diversifikasi portofolio, emas berpotensi tetap berada di atas level tertinggi sebelumnya dan terus menguji level baru pada 2026.

Namun, ia menekankan, laju pergerakan harga emas akan menjadi faktor krusial.

Baca juga: Emas Dunia Tembus 5.000 Dollar AS, Investor Berburu Aset Aman

“Kenaikan bertahap akan jauh lebih berkelanjutan daripada lonjakan yang terlalu cepat,” ujarnya.

Menurut Cavatoni, koreksi jangka pendek atau fase konsolidasi merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar emas.

Bahkan, fase tersebut justru dapat memperkuat fondasi harga emas yang lebih tinggi dalam jangka panjang, dengan memberikan ruang bagi pasar untuk menyesuaikan ekspektasi dan struktur permintaan.

Dengan harga yang telah menembus tonggak historis, emas kini tidak hanya menjadi cerminan kekhawatiran pasar, tetapi juga simbol dari perubahan cara investor memandang risiko dan ketahanan portofolio di era ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Tag:  #harga #emas #dunia #tembus #5000 #dollar #investor #cari #ketahanan #portofolio

KOMENTAR