Danantara Pastikan Huntara Layak Huni bagi Penyintas Banjir di Sumatera
- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan seluruh hunian sementara (huntara) yang dibangun bagi penyintas banjir di Sumatera memenuhi aspek kelayakan untuk ditempati.
Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas mengatakan, pembangunan huntara dilakukan dengan konsep layak huni meskipun bersifat sementara.
“Danantara Indonesia membangun huntara ini dengan konsep yang layak walaupun sementara bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Rohan Hafas saat meninjau progres pembangunan huntara di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026) dikutip dari Antara.
Komitmen Negara bagi Korban Banjir
Rohan menyampaikan, pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab negara terhadap masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana banjir pada akhir November 2025.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama rombongan Komisi VI DPR RI serta sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), antara lain Pertamina, Mining Industry Indonesia (Mind.ID), dan beberapa lembaga lainnya. Dalam kesempatan itu, Danantara memaparkan perkembangan pembangunan huntara di wilayah tersebut.
Menurut Rohan, kunjungan Komisi VI DPR RI juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan agar pengerjaan huntara berjalan sesuai target yang ditetapkan.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar spesifikasi huntara memperhatikan aspek kenyamanan dan kelayakan bagi calon penghuni.
1.275 Huntara Telah Dibangun
Rohan menyebutkan, hingga saat ini Danantara telah berhasil membangun 1.275 unit huntara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana.
“Secara keseluruhan pembangunan rumah hunian Danantara yang sudah berdiri di seluruh provinsi terdampak bencana berjumlah 1.275 unit,” ujar Rohan.
Dari jumlah tersebut, pembangunan terbanyak berada di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, yang mencapai 600 unit dalam satu kawasan. Sementara sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota terdampak lainnya.
Pada awal bencana, Danantara menyanggupi pembangunan hingga 15.000 unit huntara. Jumlah tersebut dinilai realistis mengingat total rumah rusak akibat bencana mencapai sekitar 33.000 unit.
Pembangunan di Sumatera Barat dan Penambahan Unit
Khusus di Provinsi Sumatera Barat, Danantara telah membangun 250 unit huntara dan masih akan menambah 500 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 unit berada di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Rohan juga mengungkapkan adanya permintaan penambahan 100 unit huntara di Batang Anai yang telah disanggupi oleh Danantara.
“Tadi ada permintaan penambahan 100 unit huntara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dan Danantara menyanggupinya,” kata Rohan.
Danantara memastikan pembangunan tambahan tersebut dapat segera dilakukan karena tidak terdapat kendala lahan.
Progres Pembangunan Capai 90 Persen
Di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan 40 unit huntara melibatkan 56 tenaga kerja lokal dan 100 tenaga kerja dari luar daerah.
Selain hunian, pemerintah juga menyediakan fasilitas pendukung berupa ruang komunal, taman bermain anak, lapangan olahraga, dapur umum, toilet, dan kamar mandi.
Progres pembangunan huntara di Kabupaten Padang Pariaman telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Sabtu (24/1/2026).
Setelah itu, huntara akan langsung diserahterimakan kepada calon penghuni melalui kewenangan Bupati Padang Pariaman.
Percepatan pembangunan huntara ini juga didukung oleh sejumlah BUMN, terutama PT Nindya Karya yang bertindak sebagai kontraktor.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai Danantara telah bekerja optimal dalam menyiapkan huntara di tiga provinsi terdampak bencana. Ia bahkan menyebut huntara di Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu yang terbaik di Sumatera Barat.
“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Danantara karena sudah mendengarkan arahan Presiden Prabowo mengenai spesifikasi huntara,” kata Andre.
Tag: #danantara #pastikan #huntara #layak #huni #bagi #penyintas #banjir #sumatera