Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Naik 0,30 Persen ke Level Rp 16.769 per Dollar AS
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja di sektor tertentu.(UNSPLASH/MUFID MAJNUN)
09:52
26 Januari 2026

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Naik 0,30 Persen ke Level Rp 16.769 per Dollar AS

- Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (27/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp 16.769 per dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.13 WIB, rupiah menguat 51 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan Jumat (24/1/2026) di posisi Rp 16.820 per dollar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia dengan lonjakan 1,32 persen, disusul ringgit Malaysia naik 0,9 persen. Yen Jepang menguat 0,82 persen, diikuti dollar Taiwan yang menanjak 0,4 persen, dollar Singapura bergerak menguat 0,23 persen.

Sementara itu, peso Filipina terapresiasi 0,14 persen dan yuan China menguat 0,09 persen. Dollar Hong Kong turut menguat tipis 0,01 persen terhadap dollar AS.

Di sisi lain, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang bergerak melemah, meski penurunannya terbilang tipis.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dollar AS, sejalan tekanan jual yang kembali membayangi mata uang Paman Sam.

Pelemahan dollar AS dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat kemarin, sehingga memicu ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter dan mendorong investor mengurangi eksposur pada dollar. Kondisi ini menciptakan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah pada Jumat,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Dari sisi domestik, komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi penopang utama sentimen pasar. Kebijakan moneter yang konsisten, disertai langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan, memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa volatilitas rupiah akan tetap terkendali di tengah ketidakpastian global.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dari melemahnya dollar AS dan dukungan sentimen domestik yang relatif solid, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dollar AS.

“Komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah juga masih memberikan sentimen positif. Range Rp 16.750- Rp 16.900,” paparnya.

Tag:  #rupiah #dibuka #menguat #pagi #naik #persen #level #16769 #dollar

KOMENTAR