Menyiapkan Dana Pendidikan Anak: Mulai Kecil, Konsisten, dan Jangka Panjang
Ilustrasi pendidikan(DOK. SINAR MAS)
10:04
25 Januari 2026

Menyiapkan Dana Pendidikan Anak: Mulai Kecil, Konsisten, dan Jangka Panjang

Kenaikan biaya pendidikan menjadi salah satu kekhawatiran utama rumah tangga di banyak negara, termasuk Indonesia.

Sekolah, kursus tambahan, hingga pendidikan tinggi menuntut perencanaan keuangan jangka panjang yang semakin matang.

Di sisi lain, kemampuan menabung keluarga sering kali terbatas oleh kebutuhan harian yang terus meningkat.

Ilustrasi pendidikan. 
Shutterstock Ilustrasi pendidikan.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa persoalan menabung untuk pendidikan anak bukan semata soal jumlah dana, melainkan soal kebiasaan, waktu, dan strategi.

Dengan pendekatan yang bertahap dan realistis, menabung pendidikan anak tidak harus menjadi beban yang terasa berat.

Tekanan biaya pendidikan dan pentingnya perencanaan sejak dini

Laporan Education Finance Watch yang diterbitkan oleh Bank Dunia dan UNESCO menunjukkan, meskipun belanja pendidikan secara global terus meningkat, belanja pendidikan per anak di sejumlah negara justru stagnan atau menurun.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa beban biaya pendidikan semakin banyak dialihkan ke rumah tangga.

Sementara itu, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dalam publikasi Education at a Glance mencatat adanya disparitas biaya pendidikan yang lebar antarnegara serta perubahan pola pembiayaan pendidikan.

Situasi ini membuat keluarga perlu menyiapkan dana pendidikan dengan perencanaan yang lebih sistematis dan jangka panjang.

Ilustrasi menabung, menabung harian.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi menabung, menabung harian.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai survei menunjukkan, kesadaran orang tua untuk menabung pendidikan sebenarnya cukup tinggi, meski belum selalu diikuti kesiapan dana yang memadai.

Tantangan orang tua: niat ada, ruang fiskal terbatas

Sebagai gambaran, survei Fidelity Investments di Amerika Serikat (AS) menunjukkan sekitar 74 persen orang tua menyatakan menabung untuk biaya pendidikan anak mereka.

Namun, nilai tabungan tersebut rata-rata masih jauh dari kebutuhan riil di masa depan, terutama ketika memperhitungkan inflasi biaya pendidikan.

“Meskipun orang tua memprioritaskan pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka, kenyataannya adalah menyeimbangkan pengeluaran sehari-hari dengan tabungan jangka panjang bisa menjadi hal yang menakutkan,” kata Tony Durkan, Vice President Fidelity, dikutip dari Money.com.

Pernyataan tersebut mencerminkan dilema umum orang tua: keinginan kuat untuk menyiapkan masa depan anak, tetapi ruang keuangan yang terbatas karena pengeluaran rutin rumah tangga.

Menabung kecil tapi konsisten: pendekatan yang banyak dianjurkan

Kunci utama menabung dana pendidikan adalah memulai sedini mungkin, meski dengan nominal kecil. Efek bunga majemuk dalam jangka panjang membuat dana yang tampak kecil di awal dapat berkembang signifikan seiring waktu.

Reuters mewartakan, George Makras dari Ascensus College Savings menekankan pentingnya kemudahan dalam menabung, salah satunya dengan otomasi.

Konsep otomasi ini dinilai mengurangi beban psikologis menabung. Dana langsung dialihkan sebelum sempat digunakan untuk kebutuhan lain.

Memanfaatkan pemasukan tak rutin

Selain dari pendapatan bulanan, sebagian pakar keuangan menyarankan agar orang tua mengalokasikan dana dari pemasukan tidak rutin, seperti bonus, pengembalian pajak, atau hadiah uang ke tabungan pendidikan anak.

Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.UNSPLASH/TOWFIQU BARBHUIYA Ilustrasi tabungan. Kehilangan pekerjaan bisa datang tiba-tiba. Agar keuangan tetap aman, dana darurat jadi penyelamat utama. Simak lima cara sederhana membangunnya sejak sekarang.

Pendekatan ini kerap disebut sebagai penggunaan found money, yaitu dana yang tidak diperhitungkan dalam anggaran bulanan.

Dengan cara ini, orangtua dapat menambah tabungan tanpa harus mengorbankan kebutuhan rutin.

Menyesuaikan instrumen dengan horizon waktu

Pilihan instrumen menjadi faktor penting agar menabung tidak terasa berat. Pemilihan instrumen sebaiknya disesuaikan dengan jangka waktu kebutuhan dana.

Untuk jangka panjang, instrumen berbasis pasar modal kerap dipilih karena potensi imbal hasilnya lebih tinggi.

Namun, semakin dekat dengan waktu penggunaan dana, risiko perlu diturunkan secara bertahap.

Pendekatan ini dikenal sebagai glide path, yakni mengalihkan dana secara perlahan ke instrumen yang lebih stabil seiring bertambahnya usia anak. Strategi serupa banyak diterapkan pada produk tabungan pendidikan di berbagai negara.

Memisahkan dana pendidikan anak dari keuangan harian

Salah satu risiko yang sering muncul adalah penggunaan dana pendidikan untuk kebutuhan mendesak lain.

Inilah pentingnya pemisahan rekening agar tabungan pendidikan tidak mudah “terambil”.

Dana pendidikan sebaiknya ditempatkan di rekening atau produk khusus, terpisah dari tabungan harian maupun dana darurat.

Dana darurat sebagai penyangga

Agar tabungan pendidikan tetap utuh, jangan lupa pentingnya dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai penyangga ketika terjadi kejadian tak terduga, sehingga orang tua tidak perlu menggunakan tabungan pendidikan anak.

Ilustrasi dana darurat.SHUTTERSTOCK/BANGOLAND Ilustrasi dana darurat.

Umumnya, dana darurat disarankan setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rumah tangga, tergantung stabilitas pendapatan keluarga.

Melibatkan keluarga dan lingkungan terdekat

Di sejumlah negara, tren menabung pendidikan juga melibatkan keluarga besar.

Alih-alih memberikan hadiah barang, kerabat diminta menyumbang ke rekening pendidikan anak pada momen tertentu seperti ulang tahun atau hari raya. Daripada THR digunakan untuk belanja, lebih baik disimpan untuk dana pendidikan anak.

Praktik ini dinilai efektif mengumpulkan dana dalam jumlah kecil dari banyak sumber, sekaligus memperkuat komitmen kolektif terhadap pendidikan anak.

Literasi keuangan sejak dini

Survei yang dilakukan NerdWallet menunjukkan, banyak orangtua mulai mengenalkan kebiasaan menabung kepada anak sejak usia dini melalui uang saku.

Anak diajak memahami bahwa sebagian uang perlu disimpan untuk tujuan jangka panjang.

Pendekatan ini bukan hanya soal menambah dana, tetapi juga membangun pemahaman anak tentang nilai uang dan perencanaan masa depan. Ini adalah aspek yang kerap dianggap sama pentingnya dengan dana pendidikan itu sendiri.

Menabung dan peluang pendanaan lain

Menabung bukan satu-satunya sumber pembiayaan pendidikan. Beasiswa, subsidi pendidikan, dan program bantuan lainnya juga menjadi bagian dari strategi banyak keluarga di berbagai negara.

Keluarga yang aktif mencari informasi beasiswa sejak dini cenderung memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola dana pendidikan, karena tabungan tidak harus menutup seluruh biaya pendidikan.

Tag:  #menyiapkan #dana #pendidikan #anak #mulai #kecil #konsisten #jangka #panjang

KOMENTAR