IMA: Ketidakpastian Global Bisa Jadi Peluang bagi Industri Tambang RI
– Dinamika global yang kian tidak menentu dinilai menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi industri pertambangan nasional.
Perubahan kebijakan di berbagai negara, perlambatan ekonomi global, hingga fluktuasi harga komoditas menjadi faktor yang harus disikapi secara adaptif oleh pelaku industri dan pemerintah.
Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan, industri pertambangan harus siap menghadapi perubahan yang terjadi hampir setiap waktu.
Ia menilai, kondisi global yang penuh ketidakpastian justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia jika mampu merespons secara tepat.
“Setiap kali ada kekacauan atau perubahan besar, selalu akan muncul pemenang baru. Ini bisa menjadi peluang bagi industri tambang kita untuk menjadi pemenang tersebut, asalkan kita tidak hanya pasrah melihat apa yang ada di depan, tetapi berani membuat jalan kita sendiri ke depan,” ujar Rachmat dalam acara Indonesia Weekend Miner 2026 dengan tema “Tantangan Dunia Pertambangan RI Menyikapi Dinamika Global”, di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Rachmat, dukungan pemerintah menjadi kunci agar industri pertambangan nasional tetap kompetitif.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang intens, tidak hanya dalam forum formal, tetapi juga melalui diskusi-diskusi yang lebih cair.
“Saya yakin industri ini akan terus maju terlepas dari semua tantangan. Dengan kolaborasi yang baik dan komunikasi yang terbuka, niat baik kita akan tersampaikan dan kita bisa maju bersama,” katanya.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menilai posisi Indonesia di industri pertambangan global sangat strategis.
Ia mencontohkan, Indonesia menyumbang sekitar 8 persen produksi batubara dunia, namun menguasai lebih dari 30 persen perdagangan batubara global.
Selain itu, peran Indonesia juga sangat dominan pada komoditas nikel.
“Dari kebutuhan nikel dunia sekitar 3,2–3,4 juta ton, sekitar 64 hingga 65 persennya berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran kita,” ujar Tri.
Tri juga menekankan bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci penyelesaian berbagai persoalan di sektor pertambangan.
Ia menilai, banyak hambatan teknis dapat diurai jika ada komunikasi yang intens dan terbuka.
“Kadang komunikasi yang informal justru lebih mengena dibandingkan yang terlalu formal. Dengan komunikasi yang baik, persoalan bisa dibahas dengan lebih enak dan solusi bisa lebih cepat ditemukan,” tegasnya.
Tag: #ketidakpastian #global #bisa #jadi #peluang #bagi #industri #tambang