Modal Asing Keluar Rp 5,96 Triliun pada Pekan Ketiga 2026
ilustrasi aliran modal asing(iStockphoto/danikancil)
16:12
24 Januari 2026

Modal Asing Keluar Rp 5,96 Triliun pada Pekan Ketiga 2026

- Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 5,96 triliun pada Minggu III Januari 2026.

Data tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian investor global dalam menempatkan dana pada aset keuangan Indonesia, di tengah volatilitas pasar keuangan internasional yang masih tinggi.

Kondisi tersebut tecermin dari pergerakan premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun.

Per 22 Januari 2026, premi CDS Indonesia tercatat berada di level 73,28 basis poin (bps), meningkat dibandingkan posisi 15 Januari 2026 yang sebesar 70,86 bps.

“Premi CDS Indonesia 5 tahun per 22 Januari 2026 sebesar 73,28 bps, naik dibanding dengan 15 Januari 2026 sebesar 70,86 bps,” ujar Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan pers, Sabtu (24/1/2026). Dari sisi transaksi, sepanjang periode 19-22 Januari 2026, investor nonresiden tercatat melakukan jual neto sebesar Rp 5,96 triliun.

Tekanan jual terjadi di seluruh segmen pasar keuangan.

Di pasar saham, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp 2,67 triliun.

Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN) tercatat jual neto sebesar Rp 1,44 triliun, dan di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 1,85 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 19-22 Januari 2026, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 5,96 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,67 triliun di pasar saham, Rp 1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp 1,85 triliun di SRBI,” paparnya.

Meski demikian, BI menilai secara kumulatif sejak awal tahun, aliran modal asing masih menunjukkan sentimen yang relatif konstruktif.

Berdasarkan data setelmen hingga 22 Januari 2026, investor nonresiden masih membukukan beli neto di pasar saham dan pasar obligasi pemerintah.

Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 22 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 8,02 triliun di pasar saham dan Rp 1,89 triliun di pasar SBN, serta jual neto sebesar Rp 2,67 triliun di SRBI.

Data tersebut mengindikasikan minat investor asing terhadap aset berisiko dan instrumen jangka menengah hingga panjang di Indonesia masih terjaga.

Namun, arus modal masuk tersebut berlangsung secara selektif dan dibarengi kehati-hatian.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah relatif stabil dengan kecenderungan menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), rupiah terapresiasi 0,45 persen ke level Rp 16.820 per dollar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 16.896 per dollar AS.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Tag:  #modal #asing #keluar #triliun #pada #pekan #ketiga #2026

KOMENTAR