Permintaan Batu Bara Global Diproyeksi Melemah, Ini Sebabnya
- Proyeksi permintaan batu bara global dalam satu hingga dua tahun ke depan diperkirakan menghadapi tekanan, seiring perlambatan ekonomi dunia dan percepatan transisi menuju energi hijau.
Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan arah kebijakan energi global, permintaan batu bara Indonesia, terutama dari pasar ekspor utama, dinilai cenderung melemah.
“Kalau kita berbicara mengenai mineral kritis yang permintaannya sudah cukup besar, arah dunia saat ini sudah mulai ke arah yang green gitu ya, low carbon technology,” kata Development of Economics & Finance Indef Andry Satrio Nugroho di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Andry mengatakan, ketidakpastian global membuat proyeksi permintaan dan harga komoditas, termasuk batu bara, tidak mudah diprediksi.
Faktor geopolitik yang terus berkembang menjadi variabel penting dalam perhitungan pasar.
“Tidak mudah memprediksi harga ke depan, apalagi dengan situasi geopolitik yang sangat dinamis dan penuh kejutan,” ujar Andry.
Meski demikian, Indef melihat kecenderungan penurunan permintaan batu bara, khususnya dari dua pembeli utama Indonesia, yakni China dan India.
Andry menjelaskan, Indonesia menyumbang sekitar 8–9 persen produksi batu bara global, namun porsi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang harga ketika permintaan dunia melemah.
“Kalau kita bicara batu bara, dari sisi permintaan ekspor memang ada arah penurunan. Berbeda dengan nikel, yang justru mengalami kenaikan harga karena karakter pasarnya berbeda,” katanya.
Menurut Andry, tantangan tersebut memperkuat urgensi hilirisasi batu bara sebagai strategi jangka menengah dan panjang.
Pemerintah didorong untuk mempercepat pengembangan produk turunan batu bara, termasuk proyek dimethyl ether (DME) dan diversifikasi pemanfaatan lainnya.
Di sisi lain, Indef lebih optimistis terhadap prospek mineral kritis yang dibutuhkan dalam teknologi rendah karbon.
“Dalam hal ini, hilirisasi yang kita produce di dalam negeri, harapannya memang peningkatan nilai tambah tersebut bisa menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan,” tegas dia.
Tag: #permintaan #batu #bara #global #diproyeksi #melemah #sebabnya