Investasi Industri Kreatif Kian Bertumpu pada Talenta Muda
Deddy Corbuzier berfoto bersama 11 partner muda Flux Creative Universe di Jakarta, 23 Januari 2026.(DOK. FLUX CREATIVE)
15:20
24 Januari 2026

Investasi Industri Kreatif Kian Bertumpu pada Talenta Muda

– Arah investasi industri kreatif nasional kian bertumpu pada talenta muda seiring menguatnya ekonomi digital. Perubahan ini tercermin dari langkah Flux Creative Universe yang memperluas investasi ke bisnis kreatif berbasis anak muda dengan dukungan Deddy Corbuzier.

Dukungan tersebut ditandai dengan pertemuan perdana Deddy Corbuzier dan 11 partner muda di bawah ekosistem Flux Creative Universe pada Kamis (23/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum awal konsolidasi investasi sekaligus penguatan peran anak muda dalam pengembangan industri kreatif.

Dalam pertemuan tersebut, Deddy Corbuzier hadir sebagai investor utama Flux Creative Universe dan memberikan pandangan langsung kepada para founder muda mengenai tantangan bisnis kreatif, khususnya di tengah pergeseran pola konsumsi konten dan belanja iklan ke ranah digital.

Anak Muda dalam Arah Investasi Industri Kreatif

Flux Creative Universe memandang anak muda sebagai aktor utama dalam pertumbuhan industri kreatif. Sepanjang 2025, sekitar 70–75 persen belanja iklan diperkirakan telah beralih ke kanal digital, seiring meningkatnya penetrasi internet Indonesia yang mencapai 80,66 persen berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Kondisi tersebut mendorong Flux Creative Universe memperluas investasi ke empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin generasi Gen Z.

Permintaan konten viral yang terus meningkat disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Flux Creative Universe di industri kreatif nasional.

Selain digital agency, investasi juga diarahkan ke pengembangan homeless media, drama TikTok, kecerdasan buatan (AI), serta unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga akhir 2025, strategi ini telah melahirkan delapan entitas bisnis kreatif baru di bawah payung Flux Creative Universe.

Memasuki 2026, Flux Creative Universe menilai investasi pada anak muda masih akan menjadi fokus utama. Strategi ini diyakini mampu memperkuat daya saing industri kreatif sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis talenta.

Deddy Corbuzier Bertemu 11 Talenta Muda

Sebanyak 11 talenta muda hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang industri kreatif dan saat ini mengembangkan bisnis di bawah ekosistem Flux Creative Universe.

Para partner muda tersebut antara lain Ben Edgar (Adsventure); Louise Steven dan Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab); Chia (Pravia); Wiliam dan Nabeel (Ngiklan); Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB); Wulan Susanti dan Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS dan SSMEDIA); Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok); serta Iqbal Maulana (Gen Flux AI).

Dalam kesempatan itu, Deddy Corbuzier menyampaikan pesan kepada para anak muda agar mampu bersaing melalui kreativitas dan karakter.

“Semua orang punya peluang yang sama, semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pinter-pinteran aja, adu kreatif, adu karakter. Kalo lebih pinter, lebih kreatif, dan karakternya lebih kuat, pasti dia akan di atas,” ujar Deddy, melalui keterangannya, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga idealisme dalam menjalankan bisnis kreatif.

“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” katanya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pola investasi Flux Creative Universe yang tidak hanya berhenti pada pendanaan. Perusahaan juga terlibat dalam proses pengembangan bisnis, mulai dari penyusunan strategi, penentuan positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar.

Salah satu contoh pengembangan tersebut terlihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin Ben Edgar. Setelah menerima investasi Flux Creative Universe pada Februari 2025, Adsventure mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan perluasan portofolio klien dari sektor makanan dan minuman hingga korporasi besar.

Sebagai informasi, Flux Creative Universe sebelumnya juga mencatat sejumlah capaian di industri kreatif, termasuk Rekor MURI pada November 2025 sebagai agensi kreatif dengan akumulasi penonton konten digital terbanyak di Indonesia, mencapai 2,3 miliar views, serta empat penghargaan di ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025.

Dengan strategi yang menempatkan anak muda sebagai pusat investasi, industri kreatif dinilai memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Tag:  #investasi #industri #kreatif #kian #bertumpu #pada #talenta #muda

KOMENTAR