Jumat Sore Bos OJK Sambangi Kantor Purbaya, Bahas Apa?
- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar nampak mendatangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (23/1/2026) sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Usai pertemuan tersebut Mahendra mengatakan tengah membahas langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi salah satu topik pembahasan rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Ya (stabilisasi nilai tukar rupiah) dibahas dan langkah-langkah sinergis yang perlu dilakukan dan terutama di depan tentunya adalah Bank Indonesia sendiri," ujar Mahendra kepada wartawan di gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026).
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (3/11/2025).Lebih jauh Mahendra menjelaskan jika sebenarnya topik stabilisasi rupiah telah dibahas dalam KSSK.
Namun, Mahendra menggarisbawahi bahwa peran utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.
Bahkan Mahendra menegaskan tidak ada arahan yang bersifat spesifik dari pertemuan tadi namun selama ini kebijakan yang dijalankan oleh BI sudah ada di jalur yang tepat.
Selain itu Mahendra juga menyebut pertemuannya dengan Menkeu Purbaya hanya sebatas koordinasi rutin secara kuartal, hingga sinergi untuk menyiapkan langkah-langkah di tahun baru.
Langkah menjaga stabilitas rupiah
Adapun, nilai tukar rupiah di pasar spot melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan Jumat (23/1/2025).
Rupiah ditutup di level Rp 16.820 per dollar Amerika Serikat, menguat 0,45 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp 16.896 per dollar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar, naik 0,94 persen.
Dollar Taiwan menguat 0,15 persen, disusul dollar Singapura 0,14 persen, peso Filipina 0,10 persen, yen Jepang 0,09 persen, dan yuan China naik tipis 0,05 persen terhadap dollar AS.
RDG BI
Sebelumnya, Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Sejalan dengan keputusan tersebut, suku bunga deposit facility tetap berada di level 3,75 persen, sementara suku bunga lending facility dipertahankan di 5,5 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan kebijakan menahan suku bunga ini ditempuh sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Selain itu, keputusan itu juga diarahkan untuk memastikan inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi agar bergerak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
“Berdasarkan asesmen menyeluruh tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” ujarnya dalam konferensi pers RDG BI, Rabu siang
Sebagai catatan, sepanjang 2025 BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 basis poin. Suku bunga yang semula berada di level 6 persen pada akhir 2024 kini telah turun menjadi 4,75 persen.
Perry menyampaikan, ruang penurunan suku bunga masih terbuka ke depan, seiring proyeksi inflasi pada 2026 dan 2027 yang diperkirakan tetap berada dalam sasaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.