Rupiah Ditutup Menguat 0,24 Persen ke Level Rp 16.896 per Dollar AS
Ilustrasi rupiah. Bank Indonesia memaparkan tren kenaikan uang beredar pada Oktober 2025.(Shutterstock/Travis182)
16:40
22 Januari 2026

Rupiah Ditutup Menguat 0,24 Persen ke Level Rp 16.896 per Dollar AS

Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2027).

Rupiah naik 40 poin atau 0,24 persen ke level Rp 16.896 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menunjukkan penguatan, meski berada di posisi Rp 16.902 per dollar AS. Jisdor tercatat menguat 61 poin atau 0,36 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpeluang menguat terhadap dollar AS seiring meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Eropa, setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa.

Perkembangan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar global, termasuk pasar valuta asing, karena meredam kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang berpotensi menekan aset berisiko.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS oleh meredanya tensi AS dan Eropa setelah Trump menarik ancaman tarif ke Eropa,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Meski demikian, potensi penguatan rupiah diperkirakan bersifat terbatas. Sentimen domestik masih menjadi faktor penahan, terutama kekhawatiran pasar terkait independensi Bank Indonesia, prospek pelebaran defisit anggaran, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan BI ke depan.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah.

Ia sebelumnya memperkirakan rupiah akan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas, dan bergerak di kisaran Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dolar AS.

Tag:  #rupiah #ditutup #menguat #persen #level #16896 #dollar

KOMENTAR