Saham BUMI Tersungkur Lebih dari 7,77 Persen, Tekanan Jual Menguat
- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tertekan signifikan pada sesi kedua perdagangan Kamis (22/1/2026). Hingga pukul 14.15 WIB, harga saham BUMI turun 30 poin atau 7,77 persen ke level Rp 358.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan, Treasure Global Investments tercatat melepas sebanyak 18,19 miliar saham BUMI pada harga Rp 380 per saham. Dari transaksi yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) tersebut, Treasure langsung mengantongi dana segar sekitar Rp 6,91 triliun.
Langkah divestasi ini memangkas porsi kepemilikan Treasure secara signifikan. Kepemilikan sahamnya menyusut dari 30 miliar saham menjadi 11,80 miliar saham, atau turun dari 8,08 persen menjadi hanya 3,18 persen. Dengan penurunan tersebut, Treasure otomatis tak lagi berstatus sebagai investor mayoritas di saham BUMI.
Aksi lepas saham oleh Treasure menambah daftar investor kakap yang mengurangi eksposurnya terhadap BUMI. Sebelumnya, investor besar asal China, Chengdong Investment Corporation, juga telah menurunkan porsi kepemilikan sahamnya.
Aksi penjualan itu membuat porsi kepemilikan saham Chengdong Investment Corporation di BUMI menyusut dan turun ke bawah ambang batas 5 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026), Chengdong tercatat menjual saham BUMI melalui serangkaian transaksi divestasi di pasar reguler. Penjualan dilakukan baik sebagai pemilik langsung maupun tidak langsung melalui perantara kustodian. Nama kustodian yang tercatat mewakili kepemilikan saham Chengdong adalah HSBC Fund Services A/C Chengdong Investment Corp-Self.
Sebelum transaksi, Chengdong menguasai lebih dari 22,27 miliar saham BUMI atau setara 5,99 persen hak suara. Setelah rangkaian penjualan tersebut, kepemilikan saham Chengdong menyusut menjadi 18,56 miliar saham, dengan porsi kepemilikan turun menjadi 4,99 persen.
Aksi divestasi ini dilakukan secara bertahap. Pada 23 Desember 2025, Chengdong melepas 224 juta saham biasa di harga Rp 383 per saham, disusul penjualan 300 juta saham di harga Rp 386 per saham pada hari yang sama. Sehari kemudian, 24 Desember 2025, Chengdong kembali menjual 300 juta saham di harga Rp 374 per saham, serta 57,41 juta saham di harga Rp 366 per saham di hari yang sama.
Tekanan jual berlanjut pada 29 Desember 2025 dengan penjualan 255 juta saham di harga Rp 367 per saham dan 300 juta saham di harga Rp 363 per saham. Memasuki akhir tahun, tepatnya 30 Desember 2025, Chengdong kembali melepas 254,99 juta saham di harga Rp 365 per saham.
Memasuki 2026, divestasi berlanjut. Pada 2 Januari 2026, Chengdong menjual 291,41 juta saham di harga Rp 409 per saham, kemudian diikuti penjualan 300 juta saham di harga Rp 393 per saham serta 8,59 juta saham di harga Rp 409 per saham.
Aksi jual berlanjut pada 5 Januari 2026 dengan pelepasan 300 juta saham dan 200 juta saham, masing-masing di harga Rp 461 per saham. Pada 6 Januari 2026, Chengdong kembali menjual 209,76 juta saham dan 300 juta saham di harga Rp 461 per saham.
Selanjutnya, pada 7 Januari 2026, investor tersebut melepas 161,33 juta saham di harga Rp 460 per saham dan 200 juta saham di harga Rp 461 per saham. Rangkaian divestasi ditutup dengan penjualan 50,85 juta saham di harga Rp 453 per saham pada 8 Januari 2026.
Dari sisi order book, tekanan jual terlihat cukup kuat. Di antrian beli, minat terbesar terkonsentrasi di area bawah, khususnya pada level Rp 350 dengan total bid sekitar 2,71 juta lot. Lapisan bid juga cukup tebal di level Rp 352 dan Rp 354.
Sementara itu, di sisi antrian jual, volume penawaran relatif padat di rentang harga Rp 368 hingga Rp 380. Ask terbesar terlihat di level Rp 380 dengan lebih dari 750.000 lot.
Tag: #saham #bumi #tersungkur #lebih #dari #persen #tekanan #jual #menguat