Saat Harga Sapi Tak Turun, Pedagang Daging Angkat Tangan, Pilih Mogok Dagang...
— Harga sapi yang masih tinggi mendorong pedagang daging di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengambil langkah ekstrem. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta menyerukan mogok dagang sebagai bentuk protes atas mahalnya harga sapi timbang hidup yang dinilai memberatkan pedagang dan konsumen.
Ketua Dewan Pengurus Daerah APDI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan kenaikan harga tersebut paling dirasakan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada stabilitas harga daging sapi.
Menurut Wahyu, kondisi ini tidak hanya menekan margin pedagang, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi penopang utama pasar tradisional.
Janji Stabilitas yang Tak Kunjung Terwujud
Ilustrasi sapi. Pedagang daging sapi di pasar tradisional menghadapi tekanan harga bahan baku yang terus meningkat.DPD APDI mengungkapkan, dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada 5 Januari lalu, pemerintah sempat menyampaikan komitmen bahwa harga sapi timbang hidup akan stabil dalam waktu dua pekan.
Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi. Pedagang sapi dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) masih menghadapi harga bahan baku yang tinggi, sehingga harga karkas ikut terkerek.
“Harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, harga karkas dari RPH mengikuti naik,” ujar Wahyu dalam surat resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Situasi tersebut diperparah dengan menurunnya daya beli masyarakat, yang membuat pedagang berada di posisi terjepit antara biaya tinggi dan permintaan yang melemah.
“Aksi Mogok jadi Bentuk Keprihatinan Kami..”
Setelah menampung aspirasi anggota asosiasi, bandar sapi potong, pedagang daging pasar tradisional, serta masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, DPD APDI memutuskan untuk mengambil langkah kolektif.
Wahyu menyebut, mogok dagang dipilih sebagai bentuk protes sekaligus keprihatinan terhadap kondisi yang dinilai berlarut-larut tanpa kepastian kebijakan.
“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Wahyu.
Aksi mogok dagang tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), dengan lokasi di seluruh pasar tradisional dan RPH se-Jabodetabek.
Tag: #saat #harga #sapi #turun #pedagang #daging #angkat #tangan #pilih #mogok #dagang