60 Desa di Aceh Masih Belum Teralirkan Listrik, PLN Gunakan Hecules Kirim Material
Petugas PLN sedang melakukan perbaikan kabel dan tiang yang terdampak erosi sungai dan tanah longsor. Hingga saat ini, sistem kelistrikan 6.432 desa telah berhasil pulih secara penuh. (DOK. PLN )
05:44
22 Januari 2026

60 Desa di Aceh Masih Belum Teralirkan Listrik, PLN Gunakan Hecules Kirim Material

- PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan sistem kelistrikan di Aceh hampir sepenuhnya rampung.

Namun, saat ini masih ada 60 desa dari total sekitar 6.500 desa di Aceh yang belum kembali menikmati aliran listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, secara persentase, kurang dari 1 persen desa yang belum berlistrik di Aceh pascabencana banjir dan longsor akhir tahun lalu.

Desa-desa itu tersebar di sejumlah kabupaten, terdiri dari 1 desa di Aceh Barat, 6 desa di Aceh Tamiang, 3 desa di Aceh Timur, 1 desa di Aceh Utara, 1 desa di Bireuen, 12 desa di Bener Meriah, 7 desa di Gayo Lues, serta 29 desa di Aceh Tengah.

"Saat ini di Aceh dari 6.500 desa, terdapat 60 desa, kurang dari 1 persen yang masih listriknya masih terhambat karena akses jalan masih belum terbuka atau masih terisolir," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Dia menjelaskan, pemulihan listrik di sejumlah wilayah seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara relatif berlangsung cepat karena akses jalan tidak terputus.

Kondisi ini memungkinkan pengiriman peralatan kelistrikan dari Sumatra Utara berjalan tanpa kendala berarti.

Meski begitu, tingkat kerusakan rumah di Aceh Tamiang dan Aceh Utara tergolong tinggi.

Jumlah rumah rusak di Aceh Tamiang mendekati 40.000 unit, sedangkan pada Aceh Utara sekitar 80.000 rumah mengalami kerusakan parah.

Sementara itu, pemulihan listrik di Aceh Tengah, khususnya wilayah Takengon, menghadapi kendala serius karena akses jalan terputus.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa?Pangkalan Brandan.DOKUMENTASI PLN Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa?Pangkalan Brandan.

Andalkan Hercules

Alhasil, PLN terpaksa mengandalkan pesawat Hercules untuk mengangkut material kelistrikan.

Darmawan bilang, PLN harus mengirim sekitar 1.100 tiang listrik beserta kabel menggunakan pesawat Hercules, meski jumlah rumah rusak di Aceh Tengah relatif lebih sedikit, yakni sekitar 10.000 unit.

"Akses jalannya karena terputus sehingga kami dengan terpaksa menggunakan pesawat Hercules untuk mengangkut," kata dia.

Maka sembari melakukan perbaikan, desa-desa yang sistem kelistrikannya belum pulih tersebut mendapatkan pasokan listrik melalui program 1.000 genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Sehingga minimum ada harapan cahaya terang walaupun masih gelap-gelap karena hanya menggunakan genset dan juga masih perlu menggunakan BBM," ucap Darmawan.

Tag:  #desa #aceh #masih #belum #teralirkan #listrik #gunakan #hecules #kirim #material

KOMENTAR