Listrik Huntara Korban Bencana Aceh Gratis Selama 6 Bulan
Hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh.(Dok. Kementerian PU)
20:36
21 Januari 2026

Listrik Huntara Korban Bencana Aceh Gratis Selama 6 Bulan

PT PLN (Persero) menggratiskan biaya listrik selama enam bulan untuk hunian sementara (huntara) warga terdampak bencana di Aceh. Huntara ini dibangun oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kebijakan ini untuk mendukung pemulihan kondisi masyarakat pascabencana banjir dan longsor, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama menempati huntara.

"Danantara membangun rumah hunian sementara, dan kami mendukung itu. Selama enam bulan, listrik di huntara kami gratiskan," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kanan) didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) mengecek salah satu unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang yang telah rampung dan tersambung listrik pada Kamis (1/1/2026).Dok. PLN Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kanan) didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) mengecek salah satu unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang yang telah rampung dan tersambung listrik pada Kamis (1/1/2026).Selain membebaskan biaya pemakaian listrik, PLN juga menanggung biaya pemasangan instalasi listrik dan kWh meter di kawasan huntara.

"Kemudian kami juga menyediakan penerangan jalan umum (PJU) serta fasilitas umum lainnya,” kata Darmawan.

PLN turut pula menyediakan layanan pasang baru multiguna tanpa biaya disertai token listrik gratis selama enam bulan, sebagai bagian dari penanganan kebutuhan kelistrikan di lokasi huntara.

Sebelumnya, BPI Danantara telah menyerahkan sebanyak 600 unit huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Huntara tersebut dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.

Perancangan hunian juga memperhatikan kebutuhan sosial warga agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Dapur 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Bogor (21/11). Ia menyampaikan, inisiatif ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya percepatan penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.Dok. PLN Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Dapur 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Bogor (21/11). Ia menyampaikan, inisiatif ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya percepatan penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.“Dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya," sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Danantara, Jumat (9/1/2026).

Adapun pembangunan huntara tersebut dilakukan oleh BUMN sektor karya, antara lain PT Hutama Karya (Persero) atau HK, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), hingga PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit huntara dalam tiga bulan ke depan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah prioritas karena terdampak paling parah akibat bencana banjir dan longsor.

Tag:  #listrik #huntara #korban #bencana #aceh #gratis #selama #bulan

KOMENTAR