Harga Perak Menguat Tajam Seiring Rekor Baru Emas
Harga perak dunia melonjak tajam pada perdagangan Rabu (21/1/2026), mengikuti reli harga emas yang lebih dulu mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan ini mencerminkan kombinasi sentimen global, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS), pelemahan dollar AS, hingga meningkatnya permintaan industri.
Di pasar global, harga perak spot tercatat sempat menembus kisaran 95 dolar AS per troy ounce, level tertinggi sepanjang sejarah.
Ilustrasi Mengapa Greenland Disebut Tanah Hijau, Padahal Hampir Seluruhnya Es?
Pada saat yang sama, harga emas spot melaju ke atas 4.700 dollar AS per troy ounce, melanjutkan tren kenaikan sejak awal Januari 2026.
Pergerakan tersebut turut tercermin di pasar domestik. Harga perak batangan yang dipasarkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat naik pada Rabu, seiring lonjakan harga logam mulia global.
Harga perak Antam hari ini naik Rp 600 menjadi Rp 59.350 per gram. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga perak Antam berada di posisi Rp 58.750 per gram.
Sentimen global mendorong harga logam mulia
Lonjakan harga perak tidak bisa dilepaskan dari reli emas yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar global.
Ketidakpastian geopolitik mendorong investor kembali memburu aset lindung nilai (safe haven), terutama logam mulia.
Analis pasar dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengatakan lonjakan harga emas mencerminkan kebutuhan investor untuk melindungi portofolio dari risiko geopolitik yang meningkat.
Ilustrasi perak, investasi perak.
“Harga emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik.,” ujar Razaqzada seperti dikutip dari Reuters.
Perak, meski memiliki karakteristik berbeda dari emas, tetap bergerak searah karena keduanya sama-sama diperdagangkan sebagai aset lindung nilai.
Ketika arus dana mengalir deras ke emas, sebagian investor turut masuk ke perak yang secara historis memiliki volatilitas lebih tinggi.
Pelemahan dollar AS dan ekspektasi suku bunga
Faktor lain yang menopang kenaikan harga perak adalah pelemahan dollar AS. Dalam laporan Reuters, disebutkan bahwa indeks dolar berada dalam tekanan seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) pada paruh kedua 2026.
Penurunan suku bunga biasanya menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menurunkan real yield.
Kondisi ini membuat logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, menjadi lebih menarik bagi investor.
Selain itu, pelemahan dollar AS membuat harga perak dan emas menjadi lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat, sehingga mendorong permintaan global.
Karakter ganda perak: investasi dan industri
Berbeda dengan emas, perak memiliki peran ganda sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri.
Karakter ini membuat pergerakan harga perak sering kali lebih agresif dibanding emas, terutama ketika permintaan industri meningkat.
Analis komoditas dari Finex, Brahmantya Himawan, menjelaskan bahwa perak saat ini berada di titik temu antara meningkatnya kebutuhan industri dan minat investasi global.
Ilustrasi perak batangan.
“Perak berada di persimpangan antara kebutuhan industri dan minat investasi. Di satu sisi, perak diburu sebagai aset lindung nilai, di sisi lain permintaan industri terus meningkat, terutama dari sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik,” kata Brahmantya dalam wawancara yang dikutip dari Antara.
Menurut dia, penggunaan perak dalam panel surya, komponen kendaraan listrik, serta perangkat elektronik menjadi faktor struktural yang menopang harga dalam jangka menengah hingga panjang.
Tekanan pasokan dan defisit struktural
Selain dari sisi permintaan, pasar perak juga menghadapi tekanan dari sisi pasokan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pasar perak global mengalami defisit pasokan sejak 2024 dan berlanjut hingga 2025.
Produksi tambang yang terbatas, dikombinasikan dengan meningkatnya kebutuhan industri, membuat keseimbangan pasar semakin ketat. Kondisi ini memperbesar sensitivitas harga perak terhadap sentimen global dan arus investasi.
Defisit pasokan tersebut membuat setiap peningkatan permintaan investasi langsung berdampak signifikan terhadap harga.
Masuknya dana ke ETF logam mulia
Reli harga perak juga didorong oleh derasnya aliran dana ke instrumen investasi berbasis logam mulia, terutama exchange traded fund (ETF). Dana kelolaan ETF emas dan perak mencapai rekor tertinggi pada Januari 2026.
Masuknya dana ke ETF mempercepat kenaikan harga karena meningkatkan permintaan fisik dan kontrak derivatif dalam waktu singkat. Aktivitas spekulatif di pasar berjangka pun meningkat, membuat pergerakan harga perak semakin volatil.
Proyeksi analis soal pergerakan harga perak
Brahmantya memproyeksikan harga perak sepanjang 2026 berpotensi bergerak di rentang yang lebar, seiring tingginya volatilitas pasar global.
Ilustrasi pemandangan Greenland.
“Dengan mempertimbangkan faktor geopolitik, kebijakan moneter global, dan kebutuhan industri, harga perak pada 2026 berpotensi berada di kisaran 90 hingga 120 dollar AS per troy ounce,” ujarnya kepada Antara.
Sementara itu, analis pasar yang dikutip Reuters menilai bahwa selama sentimen risiko global masih tinggi dan dollar AS berada di bawah tekanan, pergerakan harga perak akan tetap mengikuti arah emas, meski dengan fluktuasi yang lebih tajam.
Harga emas sentuh rekor tertinggi
Harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada hari ini.
Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset lindung nilai, seiring memburuknya sentimen geopolitik global, tekanan utang negara-negara maju, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot sempat melesat di kisaran 4.700 sampai 4.800 dollar AS per troy ounce dalam perdagangan intraday, sebelum bergerak volatil hingga penutupan pasar.
Sementara itu, The Economic Times mencatat harga emas spot sempat menyentuh 4.737,54 dollar AS, lalu terkoreksi tipis ke sekitar 4.731 dollar AS dalam perdagangan di London.
Kontrak berjangka emas di bursa Comex Amerika Serikat juga ditutup menguat, menandai reli yang berlanjut sejak akhir 2025 dan semakin menguat pada awal 2026.
Live Mint melaporkan, harga emas spot melonjak melewati tonggak psikologis 4.800 dollar AS per troy ons untuk pertama kalinya, karena permintaan sebagai aset safe-haven membuat emas batangan tetap menjadi aset favorit.
Tag: #harga #perak #menguat #tajam #seiring #rekor #baru #emas