Rupiah Masih Lesu, Dibuka Melemah ke Rp 16.957 Per Dollar AS
Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)
10:20
21 Januari 2026

Rupiah Masih Lesu, Dibuka Melemah ke Rp 16.957 Per Dollar AS

- Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1/2026). Mata uang garuda tertekan 0,01 persen ke level Rp 16.957 per dollar Amerika Serikat (AS).

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dengan kecenderungan melemah terbatas.

Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see sambil menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) yang dijadwalkan berlangsung Rabu sore ini.

Keputusan dan pernyataan kebijakan dari Bank Indonesia dinilai akan menjadi penentu arah rupiah dalam jangka pendek.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dollar AS dengan potensi melemah terbatas, investor menantikan hasil RDG BI sore ini," ujar Lukman kepada Kompas.com pada Rabu pagi.

Di sisi global, tekanan terhadap dollar AS sebenarnya masih terlihat seiring meredanya ekspektasi pengetatan lanjutan kebijakan moneter AS.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan ruang penguatan bagi rupiah.

Mata uang domestik justru dibayangi sejumlah sentimen dari dalam negeri yang menahan minat investor untuk kembali agresif masuk ke aset berdenominasi rupiah.

Salah satu faktor utama adalah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek defisit anggaran pemerintah.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan BI juga turut menekan rupiah, karena dapat mempersempit selisih imbal hasil antara aset domestik dan global.

Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral pun kembali mencuat setelah munculnya kabar pencalonan keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur BI.

Isu tersebut memicu sensitivitas pasar, mengingat independensi bank sentral merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas kebijakan moneter dan nilai tukar.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas dan cenderung berfluktuasi dalam kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.000 per dollar AS. Arah lanjutan rupiah akan sangat bergantung.

"Walau dollar AS sendiri masih tertekan, namun rupiah juga terbebani banyak hal seperti kekuatiran defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga BI. Kekuatiran independensi BI juga kembali muncul setelah pencalonan keponakan Prabowo sebagai deputi gubernur BI. Range Rp 16.900 - Rp 17.000," paparnya.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.12 WIB, rupiah melemah 0,04 persenke posisi Rp 16.962 per dollar AS.

Tag:  #rupiah #masih #lesu #dibuka #melemah #16957 #dollar

KOMENTAR