ATR Siap Dukung Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros
Pesawat ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport saat mendarat di Bandar Udara Rembele pada 5 Desember 2025 lalu.(KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia)
21:24
18 Januari 2026

ATR Siap Dukung Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros

- Pabrikan pesawat asal Prancis-Italia, ATR, buka suara terkait kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia Air Transport.

Dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (18/1/2026), ATR mengaku telah menerima informasi terkait insiden kecelakaan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa perhatian utama mereka saat ini tertuju kepada seluruh pihak yang terdampak.

"ATR telah menerima informasi bahwa sebuah kecelakaan terjadi di Indonesia yang melibatkan ATR 42-500. Pikiran pertama kami tertuju kepada semua pihak yang terkena dampak kecelakaan tersebut," demikian pernyataan ATR.

ATR juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung proses investigasi kecelakaan.

Sejumlah spesialis dari perusahaan tersebut telah dikerahkan untuk bekerja sama dengan otoritas terkait di Indonesia serta operator pesawat.

"Para spesialis ATR sepenuhnya terlibat untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan operator," lanjut pernyataan tersebut.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintasi Wilyah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.Dok.Istimewa Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintasi Wilyah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak saat melintasi Wilayah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat diketahui bertolak dari Yogyakarta menuju Kota Makassar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, tim SAR gabungan telah menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500 dalam rangkaian operasi pencarian di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Lokasi penemuan serpihan pesawat itu berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.

"Penemuan serpihan ini merupakan bagian dari progres penting dalam proses pencarian, dan seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.

Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

Ia menyatakan, pemerintah melalui Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah, terus memperkuat upaya pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi temuan.

Adapun jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

"Kami menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada keluarga awak dan penumpang pesawat ATR 42-500. Kami pastikan akan memberikan pendampingan, dukungan informasi, dan layanan yang dibutuhkan," ujar Dudy.

Tag:  #siap #dukung #investigasi #kecelakaan #pesawat #maros

KOMENTAR