Rosan Akui Konflik AS-Venezuela Berpengaruh ke Investasi RI
CEO Danantara Rosan Roeslani saat ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
15:52
16 Januari 2026

Rosan Akui Konflik AS-Venezuela Berpengaruh ke Investasi RI

Menteri Invetasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani tak menampik bahwa kondisi geopolitik dunia akan memengaruhi iklim investasi di Indonesia.

Termasuk masalah yang telah terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela belakangan ini. Namun Rosan mengaku telah mempersiapkan serangkaian langkah mitigasi risiko.

"Ini kan adalah masalah yang di luar kontrol kita ya. Misalnya, ekstremnya, US menyerang Venezuela, kan di luar kontrol kita," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Warga Venezuela bersuka ria merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh militer AS. Mereka meluapkan suka cita di Doral, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).AFP/GIORGIO VIERA Warga Venezuela bersuka ria merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh militer AS. Mereka meluapkan suka cita di Doral, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, ini menjelaskan bahwa mitigasi yang akan dilakukan pemerintah ialah memperbaiki kebijakan terkait investasi.

Serta melakukan penyebaran negara asal investor yang menanamkan modal di Indonesia.

"Kalau ditanya apakah ada dampaknya, ya pastinya adalah investasi ya," lanjutnya

Nantinya pemerintah berkomitmen menjalin kerja sama dengan negara-negara yang berinvestasi di Tanah Air. Rosan mengaku secara intensif berkomunikasi dengan investor asing.

Dia mengaku komunikasi telah dijalin melalui pertemuan langsung maupun secara virtual dengan investor asing hingga delegasi negara terkait.

Indonesia akan aktif untuk meminta investor berinvestasi ke Indonesia serta mendengarkan kebutuhan investor sebelum melakukan investasi.

Hal ini untuk memitigasi segala ketidakpastian maupun menjamin kebutuhan investor selama berinvestasi di Tanah Air.

Bahkan diakuinya Kementerian Investasi dan Hilirisasi harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan investasi di Tanah Air.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Hilirisasi Rosan Roeslani di  Istana, Jakarta, Rabu (17/12/2025) soreKOMPAS.com/Rahel CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Hilirisasi Rosan Roeslani di Istana, Jakarta, Rabu (17/12/2025) sore

Menurutnya, Indonesia juga bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi, seperti Malaysia dan Thailand.

"Ya, tetap kita mempunyai advantage keunggulan dari segi misalnya electricity kita masih lebih bagus harganya daripada mereka. Kemudian kita ada bonus demografi, yang kita perlu perkuat adalah ya talent-talent kita ini untuk kita terus tingkatkan," tandas Rosan.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat, serangkaian ledakan besar mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas.

Amerika Serikat (AS) secara resmi mengonfirmasi telah meluncurkan serangan militer berskala besar ke negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa operasi militer ini berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan ke luar dari negeri itu.

Ketegangan yang telah membara selama puluhan tahun kini mencapai titik didih tertinggi melalui agresi militer langsung.

Tidak bisa dimungkiri bahwa status Venezuela sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia adalah inti dari kepentingan geopolitik ini.

Selama puluhan tahun, AS adalah pembeli utama minyak Venezuela, namun hubungan ini berubah menjadi senjata ekonomi.

Dikutip dari Al Jazeera, pada 2019, AS menjatuhkan sanksi berat yang bertujuan untuk memutus akses finansial Maduro. Dampaknya, ekonomi Venezuela hancur, memicu krisis kemanusiaan dan eksodus jutaan warga.

Tag:  #rosan #akui #konflik #venezuela #berpengaruh #investasi

KOMENTAR