BUMN Tekstil Dihidupkan Lagi? Bos Danantara Beberkan Peluangnya
CEO Danantara Rosan Roeslani saat ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
21:28
15 Januari 2026

BUMN Tekstil Dihidupkan Lagi? Bos Danantara Beberkan Peluangnya

- CEO Danantara sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani buka suara terkait kabar pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru di sektor tekstil di bawah naungan Danantara.

Menurut Rosan, setiap keputusan investasi yang dilakukan Danantara harus melalui kajian menyeluruh, termasuk feasibility study dan asesmen lintas sektor.

“Danantara tentunya melakukan investasi dalam feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (15/1/2026). 

Meski belum mengonfirmasi detail nilai investasi, Rosan menegaskan Danantara terbuka terhadap peluang investasi di sektor tekstil, termasuk yang berkaitan dengan aset bermasalah.

Penciptaan lapangan kerja

Selain aspek finansial, Danantara juga memiliki sejumlah parameter lain yang menjadi pertimbangan utama.

“Kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi,” lanjut dia.

Salah satu parameter penting yang menjadi perhatian Danantara adalah penciptaan lapangan kerja.

Rosan menyebut, Danantara terbuka untuk masuk ke investasi dengan tingkat imbal hasil yang lebih rendah, selama mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi penciptaan lapangan pekerjaan itu sangat besar,” tambah dia.

Soal restrukturisasi Sritex

Suasana di PT Sritex Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (10/3/2025).KOMPAS.com/Labib Zamani Suasana di PT Sritex Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (10/3/2025).

Rosan menambahkan, terkait isu restrukturisasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Rosan tidak menyebut secara spesifik, namun mengakui Danantara melihat potensi pada aset-aset yang masuk kategori distressed asset atau aset bermasalah.

Menurutnya, selama ada keyakinan perusahaan dapat dipulihkan, Danantara siap mempertimbangkan langkah restrukturisasi.

“Jadi kita melihat potensi-potensi yang ada saja. Apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset. Kita lihat, selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal,” jelas dia.

Ia menambahkan, pendekatan restrukturisasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada penguatan permodalan, tetapi juga mencakup pembenahan pasar, kepastian pembeli (off-taker), serta aspek bisnis lainnya.

“Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan tidak hanya dari permodalan saja tapi juga dari marketnya, dari off-takernya dan lain-lain. Jadi kita terbuka untuk itu,” tegas dia.

Prabowo ingin BUMN tekstil hidup lagi

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar Indonesia kembali memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil. Langkah ini diproyeksikan menjadi salah satu mesin baru penggerak ekspor nasional dalam satu dekade ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, target yang dipasang pemerintah cukup agresif. Nilai ekspor tekstil Indonesia diharapkan melonjak dari sekitar 4 miliar dollar AS saat ini menjadi 40 miliar dollar AS dalam 10 tahun mendatang.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah menyiapkan dukungan pendanaan awal senilai sekitar 6 miliar dollar AS. Skema pembiayaan itu akan difasilitasi melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan 6 miliar dollar AS nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga dalam acara IBC Business Outlook 2026 di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Airlangga menjelaskan, dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat fondasi industri tekstil nasional. Fokus utamanya mencakup peningkatan kapasitas produksi, modernisasi teknologi, serta penyempurnaan rantai pasok atau value chain dari hulu hingga hilir.

Menurut dia, arahan Presiden tidak hanya bertujuan mengejar lonjakan nilai ekspor, tetapi juga untuk melakukan pendalaman rantai pasok industri tekstil Indonesia yang selama ini dinilai belum optimal.

Airlangga mengakui, salah satu titik lemah utama industri tekstil nasional terletak pada struktur rantai pasok. Mulai dari produksi benang dan kain, proses pewarnaan dan pencetakan, hingga tahap akhir produk, masih banyak bergantung pada komponen impor.

“Di situlah kelemahan kita selama ini,” kata Airlangga.

Dengan kehadiran kembali BUMN tekstil, pemerintah berharap ekosistem industri dapat terbangun lebih terintegrasi, sehingga daya saing produk tekstil Indonesia di pasar global meningkat secara signifikan.

Tag:  #bumn #tekstil #dihidupkan #lagi #danantara #beberkan #peluangnya

KOMENTAR