IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ditopang Saham Perbankan
IHSG hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau pada Rabu (14/1/2026). Pada awal sesi, IHSG tercatat menguat 49,11 poin atau 0,55 persen ke level 8.997,41.()
11:24
15 Januari 2026

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ditopang Saham Perbankan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah baru dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 9.100 pada perdagangan Kamis (15/1/2026).

Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) yang menjadi motor utama pergerakan pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat di posisi 9.072,29 dan terus melanjutkan penguatan di awal perdagangan.

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

Dorongan beli membawa indeks menyentuh level tertinggi harian di 9.100,82, yang sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah perdagangan bursa.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG didorong oleh kenaikan harga saham emiten-emiten perbankan big caps yang kembali menarik minat investor.

Selain sektor perbankan, saham-saham di sektor barang konsumsi siklikal juga turut memberikan kontribusi positif terhadap laju penguatan indeks hari ini.

“Kami mencermati penguatan IHSG ini didorong oleh emiten-emiten perbankan big caps, disusul oleh sektor consumer cyclical,” ujar Herditya ketika dihubungi Kompas.com.

Adapun, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 menguat signifikan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di level Rp 8.100 per saham. Emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini menguat 100 poin atau 1,25 persen.

Penguatan lebih besar tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang naik 90 poin atau 2,42 persen ke harga Rp 3.810 per saham.

Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.SHUTTERSTOCK/CREATIVE LAB Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melesat 150 poin atau 3,10 persen ke posisi Rp 4.990 per saham.

Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melonjak paling tinggi di antara bank-bank besar, dengan kenaikan 180 poin atau 4,13 persen ke posisi Rp 4.540 per saham.

Menariknya, lonjakan IHSG terjadi di tengah kondisi pasar global yang cenderung mengalami koreksi.

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah juga masih bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan arah pergerakan antara pasar saham domestik dengan dinamika eksternal.

Ketahanan IHSG di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten-emiten besar, khususnya di sektor perbankan.

“Penguatan IHSG juga terjadi di tengah koreksi market global dan mata uang rupiah yang saat ini bergerak melemah terhadap dollar AS,” beber Herditya.

Lebih jauh, Herditya mencatat penguatan IHSG masih sejalan dengan laporan teknikal yang telah dirilis sejak pagi hari.

Target penguatan di area 9.100 yang diproyeksikan sebelumnya telah tercapai atau sesuai ekspektasi.

“Penguatan IHSG ini masih sejalan dengan report teknikal yg kami rilis pagi tadi dan penguatan di area 9.100 sudah tercapai,” paparnya.

Secara kinerja sektoral di BEI, pada perdagangan hari ini terpantau bervariasi. Sejumlah sektor mampu menguat dan menjadi penopang IHSG, meski tekanan masih terlihat di beberapa sektor lainnya.

Sektor barang konsumsi siklikal mencatatkan penguatan paling menonjol dengan kenaikan 1,50 persen. Sektor keuangan juga bergerak dengan kenaikan 0,89 persen.

Penguatan turut terjadi pada sektor teknologi yang naik 0,61 persen, sektor properti yang menguat 0,38 persen, sektor industri sebesar 0,37 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal yang naik 0,35 persen.

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 1,34 persen.

Sektor bahan baku terkoreksi 0,52 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,35 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor energi dan kesehatan yang masing-masing turun tipis 0,06 persen.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #cetak #rekor #tertinggi #sepanjang #sejarah #ditopang #saham #perbankan

KOMENTAR