Bos Danantara Ungkap Valuasi Telkom Turun 5 Tahun, Baru Dilirik Investor 6 Bulan Terakhir
- Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani, mengungkapkan valuasi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sempat mengalami tren penurunan dalam lima tahun terakhir.
Respons positif dari investor baru terlihat dalam enam bulan terakhir. Rosan mengatakan, kinerja valuasi saham Telkom dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya mencerminkan potensi dan perubahan fundamental yang dijalankan perseroan. Namun, persepsi pasar mulai bergeser dalam kurun waktu setengah tahun terakhir.
Respons positif tersebut tercermin dari lonjakan harga saham Telkom yang mencapai sekitar 81 persen. Seiring dengan itu, nilai kapitalisasi dan valuasi saham perseroan juga meningkat signifikan hingga berada di kisaran Rp 112 triliun sampai Rp 115 triliun.
“Kalau saya lihat misalnya Telkom, lima tahun nilai valuasi sahamnya itu malah menurun. Dan baru direspons positif mungkin dalam enam bulan terakhir ini,” ujar Rosan saat acara IDN Times di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
“Sehingga kenaikan sahamnya sampai 81 persen. Nilai sahamnya, valuasi sahamnya meningkat sampai Rp 112 triliun, Rp 115 triliun,” lanjutnya.
Menurut Rosan, perubahan persepsi investor tersebut tidak terlepas dari hasil transformasi yang dilakukan Telkom, terutama di sektor digital. Transformasi ini dinilai mulai memberikan sinyal kuat kepada pasar bahwa arah bisnis perusahaan semakin relevan dengan kebutuhan industri dan ekonomi digital.
“Itu juga berarti apa? Berarti transformasi yang kita lakukan, transformasi digital misalnya, mulai membuahkan hasil,” paparnya.
Secara lebih luas, fokus utama Danantara saat ini adalah mendorong transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara menyeluruh. Transformasi mencakup penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG), penguatan transparansi, akuntabilitas, serta integritas hingga ke seluruh lapisan organisasi.
Transformasi juga tidak hanya menyentuh aspek bisnis, tetapi diarahkan secara mendalam pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Perubahan harus dimulai dari perencanaan hingga kemampuan mengeksekusi rencana agar benar-benar berjalan di lapangan.
“Kami menekankan sekali bagaimana tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Itu menjadi pedoman yang ingin kami terapkan secara penuh,” kata Rosan.
Ia menambahkan, di BUMN-BUMN besar, transformasi harus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada sumber daya manusianya, termasuk memastikan rencana yang disusun dapat diimplementasikan dengan baik.
Selain pembenahan internal, dorongan transformasi juga dipicu oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat, seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain. Rosan menilai, perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tidak tertinggal dan tetap kompetitif dalam jangka panjang.
Di sisi lain, integritas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar. Pendekatan yang diterapkan adalah toleransi nol terhadap praktik-praktik yang merugikan, seperti korupsi dan tindakan negatif lainnya. Namun, apresiasi tetap diberikan kepada pihak-pihak yang menunjukkan kinerja positif dan berdampak baik bagi lingkungan kerja.
Secara keseluruhan, transformasi BUMN mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui upskilling dan reskilling, penguatan perencanaan dan administrasi, penerapan tata kelola yang baik, serta manajemen risiko dan kepatuhan. Seluruh langkah itu diarahkan untuk mencapai standar tertinggi tanpa kompromi terhadap kualitas dan integritas.
“Contohnya sudah kita lakukan di beberapa BUMN, dan yang paling besar antara lain di Garuda, Telkom, dan Krakatau Steel, yang responsnya sangat positif,” pungkas Rosan.
Tag: #danantara #ungkap #valuasi #telkom #turun #tahun #baru #dilirik #investor #bulan #terakhir