Bitcoin Perkasa Hari Ini, Sentimen Regulasi AS dan ETF Jadi Sorotan
Ilustrasi bitcoin.(UNSPLASH/KANCHANARA)
15:48
14 Januari 2026

Bitcoin Perkasa Hari Ini, Sentimen Regulasi AS dan ETF Jadi Sorotan

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat pada Rabu (14/1/2026). Harga bitcoin pada pagi hari ini menyentuh kisaran 94.000 sampai 96.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 1,6 miliar.

Sementara kapitalisasi pasar dan volume perdagangan bitcoin juga mencatat lonjakan signifikan.

Beberapa faktor disebut berperan dalam kenaikan harga bitcoin hari ini, antara lain aliran masuk besar ke produk spot bitcoin di AS, data inflasi AS yang lebih “lunak” dari kekhawatiran pasar, perkembangan regulasi di AS, ketegangan geopolitik, serta mekanika pasar seperti likuidasi posisi short dan pergeseran alokasi institusional. 

Ilustrasi bitcoin. FREEPIK/FABRIKASIMF Ilustrasi bitcoin.

Berdasarkan data TradingView, harga BTC pada hari ini pukul 15.19 WIB terpantau pada level 95.214 dollar AS. Sementara itu, kapitalisasi pasar bitcoin tercatat mencapai 1,90 triliun dollar AS. 

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan tercatat mencapai 61,39 miliar dollar AS. 

Di dalam negeri, bursa kripto Indodax melaporkan harga bitcoin sempat menembus Rp 1,6 miliar. 

Total kapitalisasi pasar kripto global juga meningkat tajam pada sesi tersebut, dengan mayoritas altcoin utama mencatat penguatan harian. Laporan The Economic Times menyebut kenaikan persentase dua digit untuk beberapa token kecil dan kenaikan lebih moderat untuk BTC dan Ethereum (ETH). 

Aliran masuk ke spot ETF bitcoin AS

Salah satu pemicu harga bitcoin naik adalah aliran masuk besar ke produk spot bitcoin exchange-traded funds (ETF) di AS.

Laporan pasar menyatakan bahwa produk spot bitcoin AS mencatat aliran masuk ratusan juta dollar AS dalam satu hari, yang menarik pembelian besar di pasar spot dan mengurangi pasokan yang tersedia di bursa.

Mata uang kripto paling mahal di dunia, bitcoin (BTC). Harga Bitcoin anjlok ke Rp 1,84 miliar akibat memanasnya perang dagang AS?China.  UNSPLASH/KANCHANARA Mata uang kripto paling mahal di dunia, bitcoin (BTC). Harga Bitcoin anjlok ke Rp 1,84 miliar akibat memanasnya perang dagang AS?China.

Data industri yang dipublikasikan mencatat angka aliran masuk yang menjadi hari terbesar sejak beberapa bulan sebelumnya. 

Mengutip CoinDesk, analis pasar dan laporan on-chain menyoroti hubungan mekanis antara arus masuk ETF dan tekanan beli pada spot.

Ketika ETF menyerap bitcoin dari pasar spot untuk menutup permintaan pembelian, ketersediaan pasokan berkurang dan harga bergerak naik, terutama apabila permintaan institusional tetap kuat. 

Data ekonomi makro: inflasi AS dan ekspektasi suku bunga

Data inflasi AS (CPI) yang dirilis belakangan menunjukkan angka yang relatif stabil atau lunak sehingga meredam kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Kondisi ini cenderung membuat aset berisiko kembali menarik minat investor, termasuk pasar kripto.

Data inflasi AS yang tidak seburuk ekspektasi membantu memulihkan sentimen risiko dan mendorong aliran modal ke aset-aset berisiko.

Perkembangan regulasi di AS: draf undang-undang dan sinyal kepastian

Perkembangan legislatif di AS juga menjadi latar penting dalam laporan hari ini. Draf yang dibahas di Senat AS, yang dimaksudkan untuk memberi kejelasan aturan pasar aset digital, dilaporkan memicu optimisme bahwa ketidakpastian regulasi dapat berkurang jika rancangan itu bergerak maju.

Hal ini disebut sebagai salah satu katalis utama yang memperbaiki sentimen institusional. 

Beberapa pengamat pasar menilai bahwa dorongan menuju kerangka regulasi yang lebih jelas bisa mendorong investor institusional kembali melakukan alokasi ke kripto, yang kemudian tercermin dalam pembelian melalui ETF dan peningkatan open interest di pasar derivatif.

Ketegangan geopolitik dan permintaan aset safe-haven

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya dinamika yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah, mendorong sebagian investor untuk mencari aset alternatif sebagai lindung nilai.

Beberapa analis menyebut aset kripto, terutama bitcoin, kembali dipandang sebagian pelaku pasar sebagai alternatif diversifikasi di tengah gejolak geopolitik. 

Akshat Siddhant, Analis Kuantitatif Utama di Mudrex, mengatakan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor menuju aset aman alternatif seperti kripto, mendukung reli pasar yang lebih luas, dan data on-chain menambah suasana positif, dengan pemegang jangka pendek kembali meraih keuntungan. Secara historis, ini merupakan tanda bahwa tekanan jual mereda, memperluas potensi kenaikan.

“Pasar aset kripto melanjutkan pergerakan naiknya, bitcoin naik lebih dari 4 persen hingga diperdagangkan di dekat 95.000 dollar AS, merebut kembali resistensi multi-minggu karena pembelian spot dan minat terbuka yang lebih tinggi mendukung harga, dan Ethereum naik lebih dari 7 persen di atas 3.300 dollar AS, didorong oleh aktivitas jaringan dan volume perdagangan yang solid,” kata Riya Sehgal, Analis Riset di Delta Exchange, dikutip dari The Economic Times. 

Mekanisme pasar: likuidasi posisi short dan pergerakan teknikal

CoinDesk juga melaporkan terjadinya likuidasi posisi short dalam jumlah besar pada gelombang kenaikan ini, fenomena yang dapat mempercepat lonjakan harga dalam jangka pendek.

CoinDesk mencatat ratusan juta dollar AS posisi short yang ter-"squeeze", memaksa penutupan posisi yang menambah tekanan beli.

Selain itu, indikator teknikal jangka pendek menunjukkan pemecahan level resistensi yang mendorong masuknya order buy otomatis (algoritma/trading sistem). 

Reaksi pasar altcoin

Kenaikan harga bitcoin juga diikuti oleh reli di sejumlah altcoin utama. Ethereum (ETH) dilaporkan menguat lebih dari 6 hingga 7 persen dalam 24 jam terakhir, sementara beberapa token lain seperti XRP, BNB, Solana, Tron, Dogecoin, dan Cardano mencatat kenaikan beragam.

Rotasi sebagian modal dari token kecil kembali ke Bitcoin dan Ether juga terlihat, meski beberapa altcoin independen mengalami lonjakan karena alasan fundamental.

Tag:  #bitcoin #perkasa #hari #sentimen #regulasi #jadi #sorotan

KOMENTAR