Purbaya: Tak Ada Alasan Orang Takut Konversi ke Rupiah, Asing Juga Sudah Masuk
Menkeu Purbaya saat ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN )
12:04
14 Januari 2026

Purbaya: Tak Ada Alasan Orang Takut Konversi ke Rupiah, Asing Juga Sudah Masuk

- Di tengah berlanjutnya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar dan masyarakat untuk tidak panik.

Pelemahan mata uang garuda saat ini dipastikan tidak mencerminkan rapuhnya fundamental ekonomi nasional.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat maupun pelaku pasar untuk takut mengonversi dana ke rupiah, karena kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih terjaga.

Hal itu tecermin dari masuknya kembali dana asing ke pasar modal domestik.

Purbaya menilai, selama pergerakan nilai tukar dikelola dan dikendalikan dengan tepat, proses pemulihan rupiah bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.

"Enggak ada alasan orang takut untuk convert ke rupiah, asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah," ujar Purbaya saat ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), sepanjang periode 5-8 Januari 2026, investor nonresiden tercatat melakukan beli neto sebesar Rp 1,44 triliun.

Nilai tersebut terdiri dari beli neto sebesar Rp 1,78 triliun di pasar saham dan Rp 1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto sebesar Rp 1,38 triliun di pasar SBN.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga 8 Januari 2025, berdasarkan data setelmen, investor asing membukukan beli neto sebesar Rp 3,85 triliun di pasar saham, Rp 3,23 triliun di pasar SBN, serta Rp 0,26 triliun di SRBI.

Lebih jauh, Purbaya mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Pemerintah pun terus berkoordinasi dan menunggu masukan dari BI terkait langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga rupiah tetap terkendali.

"Kalau rupiah kan urusan bank sentral, satu-satunya tugas dia adalah menjaga stabilitas nilai tukar. Saya sih menunggu masukan dari bank sentral, tapi yang jelas fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan," paparnya.

Tidak panik

Di tengah gejolak pasar, Purbaya mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi nilai tukar.

Ia optimistis dengan pengelolaan yang tepat, rupiah berpeluang kembali menguat dalam waktu relatif singkat atau dua minggu ke depan.

"Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain enggak usah panik rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan," beber Menkeu.

Terkait kebijakan stabilisasi Bank Indonesia melalui penerbitan SRBI, Purbaya menilai langkah tersebut perlu dicermati secara hati-hati, terutama dari sisi komposisi dana yang masuk.

"Kalau SRBI betul-betul menyerap dana asing ya gak apa-apa, tapi kan banyak juga domestik masuk situ, mesti dipertinbangkan itu mungkin," lanjutnya.

Sebagai informasi, kemarin rupiah ditutup terdepresiasi 0,13 persen secara harian ke posisi Rp 16.877 per dollar AS di pasar spot. 

Sementara hari ini berdasarkan data Bloomberg pukul 11.54 WIB, mata uang garuda menguat 0,08 persen ke level Rp 16.864 per dollar AS.

Tag:  #purbaya #alasan #orang #takut #konversi #rupiah #asing #juga #sudah #masuk

KOMENTAR