IHSG Ditutup Menguat ke Level 8.948, Berhasil Bangkit dari Tekanan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan ke zona hijau, setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi, Selasa (13/1/2026). Indeks berakhir di level 8.948,30, menguat 3,58 poin atau 0,72 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada awal perdagangan, IHSG dibuka di posisi 8.931,24 dan sempat melesat menyentuh level tertinggi harian di 8.956,73. Namun tekanan jual muncul siang hari dan mendorong IHSG turun ke titik terendah harian di 8.841,02.
Namun IHSG berbalik arah dan menguat hingga akhirnya ditutup mendekati level tertinggi harian.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 62,00 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 32,87 triliun. Frekuensi perdagangan juga terbilang padat, menembus 3,77 juta kali transaksi.
Sebanyak 348 saham menguat, sementara 327 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan. Dengan penguatan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyentuh Rp 16.283,92 triliun.
Secara peta sektoral, industri mencatat penguatan dengan kenaikan 2,12 persen, bahan baku menguat sebesar 2,67 persen, properti naik 1,77 persen, kesehatan bergerak positif dengan kenaikan 0,73 persen, barang konsumsi non-primer menguat 0,75 persen.
Lalu, sektor keuangan mencatat kenaikan sebesar 0,30 persen, infrastruktur bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,33 persen.
Di sisi lain, tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Teknologi terkoreksi 0,73 persen, energi melemah 0,54 persen, barang konsumsi primer turun 1,85 persen, transportasi dan logistik terkoreksi 0,91 persen.
Beberapa saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 menutup perdagangan dengan pergerakan mayoritas di zona hijau, diantaranya sebagai berikut:
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup menguat di level Rp 8.075, naik 50 poin atau 0,62 persen. Penguatan serupa juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang ditutup di harga 3.720, naik 20 poin atau 0,54 persen. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berakhir di posisi Rp 4.820, menguat 50 poin atau 1,05 persen.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melonjak 6,51 persen ke level Rp 2.290, atau naik 140 poin. Saham PT Astra International Tbk (ASII) bergerak kuat dengan kenaikan 300 poin atau 4,29 persen ke Rp 7.300.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ditutup di posisi Rp 3.620, naik 100 poin atau 2,84 persen. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menguat 50 poin atau 1,31 persen ke level Rp 3.880, Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 100 poin atau 1,52 persen ke Rp 6.700, sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 75 poin atau 0,95 persen ke posisi 7.975.
Berbeda dengan saham lainnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditutup stagnan di level Rp 2.600, tanpa perubahan dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan justru dialami saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 30 poin atau 6,88 persen ke level Rp 406.
Tag: #ihsg #ditutup #menguat #level #8948 #berhasil #bangkit #dari #tekanan