Ada Aksi Jual Masif Saham Bumi Resources (BUMI), Asing Lepas Miliaran Lembar dalam 2 Pekan
Ilustrasi PT BUMI Resources. (DOK. BUMI)
11:20
13 Januari 2026

Ada Aksi Jual Masif Saham Bumi Resources (BUMI), Asing Lepas Miliaran Lembar dalam 2 Pekan

- Aksi jual besar-besaran saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terjadi sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Investor asal China, Chengdong Investment Corporation, secara bertahap melepas saham BUMI dalam kurun dua pekan ini.

Aksi penjualan itu membuat porsi kepemilikan saham Chengdong Investment Corporation di BUMI menyusut dan turun ke bawah ambang batas 5 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026), Chengdong tercatat menjual saham BUMI melalui serangkaian transaksi divestasi di pasar reguler. Penjualan dilakukan baik sebagai pemilik langsung maupun tidak langsung melalui perantara kustodian.

Nama kustodian yang tercatat mewakili kepemilikan saham Chengdong adalah HSBC Fund Services A/C Chengdong Investment Corp-Self.

Sebelum transaksi, Chengdong menguasai lebih dari 22,27 miliar saham BUMI atau setara 5,99 persen hak suara. Setelah rangkaian penjualan tersebut, kepemilikan saham Chengdong menyusut menjadi 18,56 miliar saham, dengan porsi kepemilikan turun menjadi 4,99 persen.

Aksi divestasi ini dilakukan secara bertahap. Pada 23 Desember 2025, Chengdong melepas 224 juta saham biasa di harga Rp 383 per saham, disusul penjualan 300 juta saham di harga Rp 386 per saham pada hari yang sama. Sehari kemudian, 24 Desember 2025, Chengdong kembali menjual 300 juta saham di harga Rp 374 per saham, serta 57,41 juta saham di harga Rp 366 per saham di hari yang sama.

Tekanan jual berlanjut pada 29 Desember 2025 dengan penjualan 255 juta saham di harga Rp 367 per saham dan 300 juta saham di harga Rp 363 per saham. Memasuki akhir tahun, tepatnya 30 Desember 2025, Chengdong kembali melepas 254,99 juta saham di harga Rp 365 per saham.

Memasuki 2026, divestasi berlanjut. Pada 2 Januari 2026, Chengdong menjual 291,41 juta saham di harga Rp 409 per saham, kemudian diikuti penjualan 300 juta saham di harga Rp 393 per saham serta 8,59 juta saham di harga Rp 409 per saham.

Aksi jual berlanjut pada 5 Januari 2026 dengan pelepasan 300 juta saham dan 200 juta saham, masing-masing di harga Rp 461 per saham.

Pada 6 Januari 2026, Chengdong kembali menjual 209,76 juta saham dan 300 juta saham di harga Rp 461 per saham. Selanjutnya, pada 7 Januari 2026, investor tersebut melepas 161,33 juta saham di harga Rp 460 per saham dan 200 juta saham di harga Rp 461 per saham.

Rangkaian divestasi ditutup dengan penjualan 50,85 juta saham di harga Rp 453 per saham pada 8 Januari 2026.

Saham BUMI Anjlok 6,03 Persen Dalam Sepekan

Berdasarkan data BEI, saham BUMI melemah dalam sepekan terakhir. Selama periode itu harga saham BUMI berada di level Rp 436, turun 28 poin atau 6,03 persen dibandingkan posisi sepekan sebelumnya.

Dalam rentang satu minggu, pergerakan saham BUMI cenderung volatil dengan arah melemah. Pada awal pekan, saham ini sempat menguat dan menyentuh level tertinggi 476.

Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual meningkat dan mendorong harga saham berbalik arah.

Adapun pada perdagangan Selasa hari ini, tepatnya pukul 10.35 WIB, saham BUMI berada di level Rp 436, stagnan atau 0,00 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Komposisi Pemegang Saham BUMI

Pemegang saham terbesar BUMI saat ini adalah Mach Energy (Hongkong) Limited, dengan kepemilikan sebanyak 170,00 miliar saham atau setara 45,78 persen dari total saham beredar. Porsi ini menempatkan Mach Energy sebagai pemegang kendali utama perseroan.

Di posisi berikutnya terdapat masyarakat non warkat, yang mencerminkan kepemilikan publik dalam bentuk saham scripless. Kelompok ini menguasai 115,90 miliar saham atau sekitar 31,21 persen, menunjukkan porsi kepemilikan publik yang cukup besar di BUMI.

Pemegang saham signifikan lainnya adalah Treasure Global Investments Limited dengan kepemilikan 30,00 miliar saham atau 8,08 persen.

Selanjutnya, HSBC Fund Services A/C Chengdong Investment Corp-Self tercatat memiliki 21,39 miliar saham atau sekitar 5,76 persen. Porsi ini mencerminkan kepemilikan Chengdong Investment Corporation yang belakangan menjadi sorotan karena aksi divestasi bertahap.

Di bawahnya, UBS Switzerland AG-Client Assets tercatat dua kali sebagai kustodian dengan total kepemilikan gabungan 18,93 miliar saham. Rinciannya, satu akun menguasai 14,05 miliar saham atau 3,78 persen, sementara akun lainnya memegang 4,88 miliar saham atau 1,32 persen. Kemudian, GLAS Trust (Singapore) Ltd tercatat memiliki 7,72 miliar saham atau setara 2,08 persen.

Dari investor domestik, PT Bakrie Capital Indonesia memiliki 4,39 miliar saham atau 1,18 persen. Sementara itu, PT Biofuel Indo Sumatra menguasai 1,67 miliar saham atau 0,45 persen. Adapun Long Haul Holdings Ltd menjadi salah satu pemegang saham minoritas dengan kepemilikan 1,27 miliar saham atau sekitar 0,34 persen.

Tag:  #aksi #jual #masif #saham #bumi #resources #bumi #asing #lepas #miliaran #lembar #dalam #pekan

KOMENTAR