IHSG Ditutup di Zona Merah Meski Sempat Cetak Rekor Tertinggi
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (12/1/2026) ditutup melemah 0,58 persen atau turun 52,03 poin ke level 8.884,72. Padahal, IHSG sempat dibuka menguat dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.000,97.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelemahan terjadi menjelang penutupan perdagangan. Pada pukul 14.39 WIB, IHSG sempat menyentuh titik terendah harian di 8.715,41, turun sekitar 250 poin dari pembukaan.
Mayoritas saham yang diperdagangkan mengalami pelemahan dengan 279 saham turun, 435 saham naik, dan 97 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 40,10 triliun dengan volume 74,41 miliar saham dalam 5,07 juta kali transaksi.
Sektor Infrastruktur dan Energi Tekan IHSG
Dari 11 sektor yang diperdagangkan di BEI, enam sektor mengalami penurunan. Sektor infrastruktur melemah paling dalam, yakni 2,37 persen.
Sektor teknologi turun 1,68 persen, energi melemah 1,39 persen, keuangan turun 1,04 persen, barang konsumer non-primer turun 0,58 persen, dan kesehatan melemah 0,35 persen.
Di sisi lain, sektor yang berhasil menguat antara lain barang konsumer primer 2,22 persen, perindustrian 2,20 persen, transportasi 0,75 persen, bahan baku 0,74 persen, serta properti dan real estate 0,49 persen.
Aksi Ambil Untung Jadi Pemicu Koreksi
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut koreksi IHSG hari ini terutama dipicu aksi ambil untung pada saham-saham sektor energi yang sebelumnya menguat signifikan.
“Kami perkirakan ada aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat sekitar 2 persen,” ujar Herditya saat dikonfirmasi Kompas.com.
Meski begitu, Herditya mencatat tekanan jual tidak berlangsung lama. Seiring waktu, IHSG mulai menunjukkan tanda pemulihan dan bergerak rebound meski masih berada di zona negatif.
Tag: #ihsg #ditutup #zona #merah #meski #sempat #cetak #rekor #tertinggi