Apresiasi Danantara, Akademisi Aceh Harap Proyek Huntara Berkelanjutan
Hunian sementara (huntara) berukuran 4,5 meter x 4,5 meter yang dibangun di Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, belum sepenuhnya rampung. Proses pengerjaan masih terus berjalan,(Kompas.com/Zuhri Noviandi)
06:28
3 Januari 2026

Apresiasi Danantara, Akademisi Aceh Harap Proyek Huntara Berkelanjutan

- Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi , berharap pembangunan hunian sementara (Huntara) oleh Danantara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh.

Iswadi menilai, langkah Danantara membangun ribuan Huntara untuk korban di Aceh Tamiang itu bukan hanya menjadi tempat berlindung, melainkan satu bentuk pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat.

"Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Iswadi sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Danantara, Jumat (2/1/2026).

Iswadi meminta, pembangunan itu mesti diiringi dengan perencanaan yang tetap menuju hunian tetap bagi para penyintas.

Ia berharap, kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan Danantara itu bisa memperkuat rasa kebersamaan masyarakat dalam membangun Aceh.

Akademisi itu juga meminta Danantara membangun Huntara berdasar pada standar yang pernah diterapkan saat penanganan bencana tsunami Aceh pada 2004 silam.

Standar itu dinilai telah terbukti memenuhi aspek keamanan, layak huni, menjaga lingkungan, dan memenuhi kebutuhan sosial warga terdampak.

"Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan bermartabat," tutur Iswadi.

Pemulihan sektor ekonomi

Sementara itu, Guru Besar Universitas sekaligus Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda, Umaimah Wahid, menyebut keberadaan hunain sangat penting bagi warga Aceh yang terdampak bencana.

Sebagaimana Iswadi, ia juga meminta agar kerja-keja kemanusiaan Danantara itu tidak berhenti pada pembangunan Huntara.

Ia berharap, pemerintah juga memperhatikan pemulihan sektor perekonomian masyarakat Aceh.

"Salah satu yang hilang adalah sawah, lahan mata pencaharian tertutup lumpur," kata Wahid.

Prabowo tinjau huntara Aceh

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau progres huntara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).Dok. PT Hutama Karya (Persero) Presiden Prabowo Subianto saat meninjau progres huntara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026 kemarin meninjau langsung proses pembangunan Huntara oleh Danantara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang.

Proyek kemanusiaan itu dikebut Danantara sejak 24 Desember 2025. Kurang dari dua minggu kemudian, kerja-kerja tersebut telah menunjukkan hasil signifikan.

Danantara berencana menyerahkan 600 unit Huntara itu kepada pemerintah daerah pada 8 Januari mendatang untuk kemudian diserahkan kepada warga terdampak.

Adapun Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit Huntara dalam waktu tiga bulan ke depan dan memastikan setiap bangunannya layak huni.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan capaian proyek kemanusiaan Danantara tidak terlepas dari sinergi lintas BUMN dan pihak terkait.

Menurutnya, proyek kemanusiaan itu menjadi bentuk komitmen semua pihak memenuhi janji untuk bersama-sama memulihkan Aceh.

“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” tutur Rosan.

Tag:  #apresiasi #danantara #akademisi #aceh #harap #proyek #huntara #berkelanjutan

KOMENTAR