Jelang Penutupan Bursa 2025, IHSG Diproyeksi Rawan Koreksi Hari Ini
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
08:00
30 Desember 2025

Jelang Penutupan Bursa 2025, IHSG Diproyeksi Rawan Koreksi Hari Ini

Menjelang penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2025, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi potensi koreksi pada Selasa (30/12/2025).

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 5, yang mengindikasikan indeks masih rawan terkoreksi untuk menguji area 8.464-8.493.

“Kami memperkirakan, saat ini IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 8,464-8,493,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.

Dalam skenario terburuk (worst case), IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave (1) dan berpotensi mengalami koreksi yang lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an.

“Namun worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8,000-an,” paparnya.

Level teknikal yang perlu diperhatikan pelaku pasar, IHSG memiliki area support di kisaran 8.493 dan 8.414. Sementara itu resistance berada di area 8.656 dan 8.714.

Pada perdagangan perdagangan Senin (29/12/2025), IHSG ditutup menguat. Indeks melonjak 106,34 poin atau 1,25 persen ke level 8.644,26. Data Bursa Efek Indonesia dikutip melalui RTI, IHSG sejak pembukaan berada di level 8.545,72, bergerak konsisten di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.652,18.

Sejumlah saham pun menjadi perhatian analis untuk perdagangan hari ini, berikutnya daftarnya.

MNC Sekuritas:

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup pada harga Rp 8.025 per saham. Analis merekomendasikan strategi buy on weakness, seiring pergerakan harga yang dinilai masih membentuk bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [ii]. Pola ini mengindikasikan tren naik masih berlanjut, meski peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka.

Saham ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) ditutup di level Rp 620 per saham. Saham ini direkomendasikan speculative buy, karena secara teknikal berada di awal wave iii dari wave (c). Posisi tersebut umumnya mencerminkan fase awal penguatan, meski dengan risiko volatilitas yang relatif tinggi.

Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) ditutup pada harga Rp 1.065 per saham. Saham ini dinilai berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga masih memiliki peluang pergerakan lanjutan. Analis menempatkan HRUM dalam kategori speculative buy.

Saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) ditutup di harga Rp 1.140 per saham. Untuk saham ini, analis merekomendasikan strategi buy on weakness, karena secara teknikal berada pada bagian awal wave [c] dari Y dari (B).

PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI):

Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direkomendasikan untuk trading buy setelah pergerakan harganya berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (moving average/MA20). Dari sisi momentum, indikator stochastic tercatat telah berada di area oversold, yang membuka peluang terjadinya rebound teknikal.

Untuk saham AUTO, area entry price berada pada kisaran Rp 2.640- Rp 2.700 per saham, dengan target harga terdekat (TP1) di level Rp 2.900. Sementara itu, batas risiko atau stop loss disarankan ditempatkan di bawah Rp 2.580.

Saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) juga masuk dalam rekomendasi trading buy. Saham ini dinilai memiliki potensi rebound setelah membentuk pola candle hammer, yang umumnya mencerminkan adanya pembalikan arah harga. Selain itu, pergerakan harga KIJA masih mampu bertahan di atas MA20.

Analis merekomendasikan area entry price KIJA pada rentang Rp 196- Rp 202 per saham, dengan target harga awal (TP1) di level Rp 218. Adapun stop loss disarankan ditempatkan di bawah Rp 183 guna membatasi risiko apabila pergerakan harga berbalik melemah.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #jelang #penutupan #bursa #2025 #ihsg #diproyeksi #rawan #koreksi #hari

KOMENTAR