Penting! Hindari Pakaian Gelap Saat Mendaki Gunung
Basarnas mengimbau para pendaki untuk lebih memperhatikan pemilihan warna pakaian saat mendaki gunung.
Ramli Prasetio, Humas Basarnas Jakarta, menegaskan bahwa penggunaan pakaian berwarna gelap sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko keselamatan di alam bebas.
Menurutnya, warna pakaian bukan hanya soal gaya, tetapi berkaitan langsung dengan tingkat visibilitas dan kemudahan proses pencarian saat terjadi kondisi darurat.
Alasan mendaki gunung sebaiknya pakai baju warna terang
Berikut alasan lengkap mengapa pakaian berwarna terang jauh lebih direkomendasikan bagi pendaki.
1. Mempermudah proses pencarian dan pertolongan (SAR)
Dalam operasi SAR, kecepatan dan ketepatan identifikasi lokasi korban menjadi faktor penentu keselamatan.
Pakaian berwarna terang (seperti oranye, merah, kuning, atau biru terang) lebih mudah terlihat dari kejauhan oleh tim SAR baik melalui jalur darat maupun udara (helikopter atau drone).
Sebaliknya, pakaian gelap cenderung menyatu dengan warna lingkungan seperti bebatuan, pepohonan, dan tanah, sehingga menyulitkan deteksi visual.
2. Visibilitas lebih tinggi dalam kondisi darurat
Situasi darurat seperti tersesat, cedera, atau tertutup kabut tebal menuntut pendaki untuk mudah terlihat.
Warna terang memberi kontras kuat terhadap kondisi alam sekitar, sehingga mempercepat tim SAR mendeteksi keberadaan korban, terutama saat cuaca buruk atau mendekati malam.
3. Mengurangi waktu pencarian dan risiko fatalitas
Ramli menegaskan bahwa setiap menit sangat berharga dalam operasi penyelamatan. Semakin cepat korban ditemukan, semakin besar peluang selamat.
Spot Foto Bukit Premium 1, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (24/6/2025).
Penggunaan pakaian berwarna gelap berpotensi memperlambat proses pencarian, sehingga meningkatkan risiko fatalitas.
4. Mudah teridentifikasi melalui alat optik
Tim SAR kerap menggunakan kamera drone, teropong, hingga teknik pencarian udara. Warna terang memberikan kontras jelas pada citra optik, memudahkan identifikasi visual dibandingkan warna hitam, cokelat, atau hijau gelap yang kerap tersamar oleh vegetasi.
5. Warna gelap menyerap panas, meningkatkan risiko dehidrasi dan hipotermia
Pakaian gelap menyerap panas lebih banyak saat siang hari. Akibatnya, suhu tubuh naik lebih cepat dan tubuh kehilangan cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat.
Yang lebih berbahaya, kondisi pegunungan yang cepat berubah dapat membuat pendaki mengalami hipotermia.
Tubuh yang panas dan berkeringat mendadak terkena udara dingin, apalagi jika pakaian tidak cepat kering atau tidak memiliki lapisan pelindung.
6. Warna gelap lebih menarik serangga dan hewan tertentu
Warna gelap juga berpotensi menarik perhatian serangga seperti nyamuk, lebah, tawon, atau lalat hutan.
Dalam beberapa kasus, ini dapat meningkatkan risiko gigitan atau bahkan serangan kelompok serangga yang sensitif terhadap objek berwarna gelap.
Baju yang disarankan untuk pendakian
Sebagai langkah pencegahan, Basarnas menganjurkan pendaki untuk:
- Menggunakan pakaian berwarna terang atau netral,
- Memilih bahan yang cepat kering,
- Mengenakan pakaian lengan panjang untuk perlindungan,
- Melengkapi diri dengan pelindung serangga (repellent),
- Selalu memperhatikan kondisi cuaca dan jalur pendakian.
Ramli Prasetio menegaskan bahwa persiapan sederhana seperti pemilihan warna pakaian dapat menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan selama berada di hutan maupun pegunungan.
Tag: #penting #hindari #pakaian #gelap #saat #mendaki #gunung