Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan
Ilustrasi Pekerja - Lowongan Kerja Lulusan SMK (Unsplash)
15:04
27 Januari 2026

Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan

Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan RUSAL Rusia sepakat menempatkan 50 lulusan SMK terampil di sektor industri Rusia mulai Mei 2026.
  • Peserta akan menjalani pelatihan dua tahun di Rusia, meliputi bahasa dan keahlian teknis, dengan potensi gaji Rp43,8 juta.
  • Kerja sama ini menggeser fokus PMI dari sektor domestik menjadi tenaga kerja profesional terampil sesuai standar industri global.

Angin segar berembus bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Sebuah peluang emas untuk bekerja di luar negeri dengan gaji fantastis kini terbuka lebar, menyusul rencana kerja sama strategis antara pemerintah Indonesia dengan raksasa industri alumunium asal Rusia, RUSAL.

Tak tanggung-tanggung, tawaran yang disodorkan mencakup program pelatihan penuh di Rusia hingga kontrak kerja jangka panjang dengan potensi gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Inisiatif ini mengemuka setelah Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, dan perwakilan RUSAL, Alexey Mirskiy, di Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat keseriusan kedua negara untuk meningkatkan kualitas dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Fokus Pemerintah: Dari Sektor Domestik ke Profesional Terampil

Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar untuk mengubah citra dan orientasi PMI di kancah global. Era pengiriman pekerja di sektor domestik akan secara bertahap digeser menuju penempatan tenaga kerja profesional dengan keahlian spesifik yang diakui dunia.

“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, menurut keterangan tertulis yang dikonfirmasi, sebagaimana dilansir Antara, Senin.

Menurutnya, Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar. Rusia, dengan kebutuhan industri teknologinya, dipandang sebagai mitra ideal untuk menyerap tenaga kerja terampil dari Tanah Air.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” ucap dia, menambahkan.

Pemerintah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini, mulai dari penyiapan calon PMI dengan keterampilan dasar hingga penyesuaian kurikulum vokasi, khususnya di bidang pengelasan, agar relevan dengan standar industri di Rusia.

Skema Menggiurkan dari RUSAL: Gaji Rp 43 Juta dan Kontrak 5 Tahun

Perwakilan RUSAL, Alexey Mirsky, memaparkan secara rinci tawaran menggiurkan yang telah disiapkan.

Pihaknya berencana merekrut 50 lulusan SMK terbaik dari Indonesia untuk diikutsertakan dalam program pendidikan dan pelatihan intensif di fasilitas modern mereka di Rusia.

Program ini dirancang selama dua tahun, mencakup satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pemantapan keahlian teknis. Ada lima bidang utama yang menjadi fokus, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.

Benefit yang ditawarkan setelah lulus program sangat menjanjikan.

“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta),” ucap Mirsky.

Jadwal dan Skema Penempatan

Program ini tidak hanya berfokus pada penempatan di Rusia. Alexey Mirsky menjelaskan bahwa skema yang akan dijalankan adalah knowledge sharing.

Artinya, dari 50 peserta, 25 orang akan bekerja di Rusia, sementara 25 lainnya akan ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, seperti fasilitas pengilangan, setelah menyelesaikan pelatihan.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU) dan proposal teknis. Bagi Anda yang berminat, catat jadwalnya, program ini diharapkan dimulai dengan proses rekrutmen pada Mei 2026, dan pemberangkatan para kandidat terpilih ditargetkan pada September 2026.

Kerja sama ini juga disebut sebagai perwujudan konkret dari program “Quick Win” Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam mencetak “SMK Go Global”, yang bertujuan melatih dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara masif dan terlindungi.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #peluang #emas #lulusan #perusahaan #raksasa #rusia #tawarkan #gaji #rp43 #juta #pemerintah #buka #jalan

KOMENTAR