Pariwisata Dunia Terus Pulih, Tren Liburan Global Diprediksi Menguat di 2026
Potret turis asing gunakan layanan kereta api di Indonesia.(Dok. KAI DAOP 4 Semarang)
10:35
19 Januari 2026

Pariwisata Dunia Terus Pulih, Tren Liburan Global Diprediksi Menguat di 2026

Pengeluaran pariwisata global 2025 meningkat sebesar 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut data World Travel and Tourism Council (WTTC), lebih dari 1,5 miliar wisatawan menghabiskan 11,7 triliun dolar amerika serikat untuk hotel, kapal pesiar, dan penerbangan pada tahun 2025.

Dilansir dari VN Express, angka ini memberikan kontribusi sebesar 10,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global. Ini juga didorong oleh frekuensi perjalanan yang tinggi.

WTTC menilai, Industri pariwisata global pada 2026 akan terus tumbuh, meskipun ada penolakan dari sebagian penduduk lokal di tempat-tempat wisata populer.

"Kita belum melihat dampak pariwisata berlebihan, dan contoh terbaiknya justru terjadi di tempat-tempat di mana pariwisata berlebihan terjadi, khususnya di Eropa dan Jepang, di mana kita melihat rekor baru,” katanya Guevara, dikutip dari Straits Times, Senin (19/1/2026)

WTTC juga memproyeksikan pariwisata global akan tumbuh 4,5 persen pada 2026.

Jumlah turis ke Amerika Serikat menurun

Di sisi lain, Amerika Serikat mengalami penurunan jumlah pengunjung sebesar enam persen sepanjang 2025.

Tidak hanya itu, negara yang paling banyak dikunjungi ketiga di dunia ini juga mengalami penurunan pengeluaran turis asing sebesar tujuh persen.

WTTC memperkirakan, penurunan pengeluaran ini terjadi karena imbas turunnya jumlah kunjungan turis dari Kanada, Meksiko, dan Eropa ke Amerika Serikat.

Meskipun begitu, kondisi ini diimbangi oleh pengeluaran wisatawan domestik di Amerika Serikat. 

Ilustrasi turis asing menumpangi kereta api di Indonesia.DOK. PT KAI Ilustrasi turis asing menumpangi kereta api di Indonesia.

Kepala Eksekutif WTTC Gloria Guevara mengatakan, seiring banyaknya turis yang bepergian, terutama dari generasi muda, mereka lebih memilih ke Jepang, dan negara-negara Eropa, seperti Spanyol dan Prancis, dibanding ke Amerika Serikat.

Alasannya, karena adanya kekhawatiran kebijakan anti-imigrasi Amerika Serikat.

Tidak hanya turis asing, warga Amerika Latin, termasuk dari Kolombia dan Meksiko, juga jarang bepergian ke Amerika Serikat.

Bahkan, warga Meksiko yang masih bepergian ke Amerika Serikat pun kini melakukan perjalanan yang lebih singkat.

Tag:  #pariwisata #dunia #terus #pulih #tren #liburan #global #diprediksi #menguat #2026

KOMENTAR