Tak Cuma Puncak, Turis Arab Suka ke 5 Destinasi Wisata Indonesia Ini
Turis asal Arab Saudi memiliki kecenderungan tertentu dalam memilih destinasi wisata. Saat berlibur, mereka umumnya memilih tempat-tempat yang sejuk untuk menghabiskan waktu di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini saat dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).
"Karena memang negaranya (banyak) padang pasir begitu ya. Jadi mereka kalau liburan, bukan hanya ke Indonesia, pasti suka yang dingin-dingin, yang sejuk," kata Made.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat ditemui di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Tak heran bila banyak turis Arab Saudi menyambangi Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat berlibur ke Indonesia.
Saking banyaknya jumlah turis Arab Saudi di Puncak, salah satu kawasan di Cisarua, Bogor, dijuluki sebagai "Kampung Arab".
Jumlah turis asing di Puncak Bogor juga didominasi oleh wisatawan Arab Saudi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah turis Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia selama Januari hingga September 2025 mencapai 113.685 orang.
Meski begitu, menurut Made, Puncak Bogor bukanlah destinasi wisata yang paling banyak dituju oleh turis Arab Saudi, melainkan Jakarta.
5 destinasi wisata Indonesia paling disukai turis Arab
Masjid Al Kamil di kawasan Waduk Jatigede Sumedang, destinasi yang kerap dijadikan salah satu tempat wisata Bandung Timur meski belum rampung sepenuhnya.
Jakarta menjadi penghubung turis-turis Arab Saudi menuju destinasi wisata di Indonesia, termasuk Bogor.
"Jadi mereka ke Jakarta dulu, kemudian ke Bogor. Bogor masuk top five ya. Jakarta, Bogor, Bandung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB)," jelas Made.
Turis Arab Saudi biasanya menghabiskan rata-rata 13,4 hari saat berkunjung ke Indonesia.
Dihubungi terpisah, Ketua ASITA Jawa Barat, Daniel G Nugraha, mengungkapkan bahwa pola perjalanan turis Arab di Indonesia biasanya berpindah-pindah dari satu destinasi ke lainnya.
"Sebelum sampai ke Pulau Bali, biasanya mereka akan singgah di Jakarta, lalu sekitar lima hari sampai satu minggu di Puncak," ujar Daniel ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (3/12/2025).
Usai menghabiskan waktu liburan selama dua hari di Jakarta dan lima hari di Puncak, turis Arab umumnya melanjutkan perjalanan ke Bali.
Tidak sedikit juga yang mampir ke Bandung, menghabiskan waktu berlibur selama tiga sampai empat hari di hotel bintang 4 maupun bintang 5.
Ilustrasi turis arab saudi.
"Tidak jarang mereka juga mengambil vila atau resor di sekitar Ciater karena ada pemandian air panas," kata Daniel.
"Hanya sekarang sejak penerbangan dari Bandung hilang ataupun dari Bandara Kertajati hilang, tamu-tamu Arab sudah semakin berkurang yang datang ke Kota Bandung," ungkapnya.
Sementara itu, saat berwisata ke NTB, khususnya Lombok, turis Arab biasanya mencari wisata mewah alias luxury tourism.
Made menyoroti bahwa perbedaan destinasi wisata yang dipilih turis Arab disebabkan oleh segmen.
Lombok Barat-Kompas.com kawasan wisata di Sekotong, Lombok Barat adalah potensi yang harus dijaga dari limbah tambang rakyat
Mereka yang mencari kemewahan wisata tanpa mengecualikan fasilitas halal, biasanya memilih NTB.
Pengeluarannya pun tidak tanggung-tanggung. Sekali kunjungan, turis Arab dapat menghabiskan hampir 2.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 33 jutaan.
"Mereka enggak masalah spending, enggak masalah belanja karena mereka pada dasarnya suka luxury," pungkas Made.
Tag: #cuma #puncak #turis #arab #suka #destinasi #wisata #indonesia