Tiket Museum Louvre Naik untuk Pengunjung Non-Eropa, Imbas Pencurian?
Museum Louvre di Paris kembali menjadi sorotan dunia. Setelah pencurian perhiasan bernilai lebih dari Rp 1,63 triliun pada Oktober 2025, pihak museum mengumumkan kenaikan harga tiket bagi wisatawan dari luar Uni Eropa hingga 45 persen.
Banyak pihak menduga keputusan ini merupakan respons atas kritik keras terkait lemahnya sistem keamanan museum ternama tersebut.
Harga tiket naik 45 persen Januari 2026
Mulai 14 Januari 2026, pengunjung dari negara di luar Kawasan Ekonomi Eropa akan dikenakan harga tiket masuk baru sebesar sekitar Rp 560.000, naik dari sebelumnya sekitar Rp 385.000.
Perubahan tarif juga berlaku bagi rombongan turis non-Uni Eropa yang didampingi pemandu resmi, dengan harga tiket menjadi sekitar Rp 490.000.
Kenaikan biaya ini diprediksi menghasilkan tambahan pendapatan sekitar Rp 262 miliar hingga Rp 350 miliar per tahun untuk mendukung proyek modernisasi besar-besaran Louvre.
Dugaan sebab kenaikan harga: Alarm rusak hingga CCTV minim
Kenaikan tiket ini diumumkan setelah terjadi perampokan dramatis terhadap koleksi perhiasan mahkota Prancis.
Pada Oktober, geng pencuri beranggotakan empat orang menyusup ke Galerie d'Apollon hanya dalam waktu empat menit, menggunakan lift mekanik untuk mencapai balkon, lalu memotong jendela dengan alat berat.
Kalung zamrud dan set anting milik Permaisuri Marie Louise, istri kedua Napoleon Bonaparte yang dicuri dari Museum Louvre
Fakta mengejutkan dari laporan awal:
- Sepertiga ruangan di area tersebut tidak memiliki CCTV.
- Alarm lokal di galeri dikabarkan rusak sebelum kejadian.
- Para pencuri masuk dengan “tenang” dan kabur menggunakan skuter yang sudah menunggu di luar.
- Total nilai perhiasan yang dicuri mencapai Rp 1,63 triliun.
- Satu mahkota milik Permaisuri Eugénie bahkan ditemukan jatuh dan rusak di rute pelarian.
Audit resmi menyimpulkan Louvre selama ini lebih banyak menghabiskan anggaran untuk membeli karya seni baru ketimbang merawat infrastruktur dan sistem keamanannya.
Modernisasi Louvre
Kenaikan harga tiket ini mendukung proyek besar bertajuk “New Renaissance Project” senilai sekitar Rp 12,2 triliun hingga Rp 14 triliun.
Program ini mencakup:
- perbaikan struktur dan ruang pamer yang menua,
- peningkatan sistem keamanan,
- penyediaan fasilitas baru seperti toilet dan restoran,
- hingga pemindahan Mona Lisa ke ruang pamer yang lebih besar untuk mengatasi kemacetan pengunjung.
Saat ini, Louvre kedatangan 30.000 pengunjung per hari, dan sebagian besar hanya punya waktu beberapa detik untuk melihat Mona Lisa karena antrean yang padat.
Perancis sedang alami gelombang pencurian seni
Dalam setahun terakhir, sejumlah museum di Prancis menjadi sasaran perampokan, termasuk:
- Museum Adrien Dubouche di Limoges, kehilangan porselen senilai sekitar Rp 166 miliar.
- Museum Cognacq-Jay di Paris, kehilangan tujuh artefak berharga.
- Museum Hieron di Burgundy, dirampok dengan senjata api dan kehilangan karya seni abad ke-20 bernilai miliaran rupiah.
Rangkaian insiden ini memperkuat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keamanan museum yang kini sebagian dananya dikumpulkan melalui kenaikan tiket turis non-Uni Eropa.
Tag: #tiket #museum #louvre #naik #untuk #pengunjung #eropa #imbas #pencurian