Sama Seperti Keramik, Tegel Juga Harus Direndam Sebelum Dipasang
Tegel atau ubin yang jadi ciri khas bangunan Belanda pada bangunan Gedong Duwur yang merupakan bekas rumah dinas Asisten Residen Belanda yang sudah berusia lebih dari satu abad yang lokasinya berada di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025)(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN)
14:09
19 Mei 2026

Sama Seperti Keramik, Tegel Juga Harus Direndam Sebelum Dipasang

- Tegel adalah salah satu pilihan material pelapis lantai. Bahan ini banyak ditemui di rumah-rumah lama.

Tegel terbuat dari campuran semen dan pasir ini menjadi salah satu pilihan dalam dekorasi ruangan karena biasanya memiliki motif khusus yang bisa mempercantik lantai.

Untuk memasangnya, tegel memiliki cara yang sama seperti memasang keramik, yakni direndam terlebih dulu.

Baca juga: Merendam Keramik Sebelum Dipasang, Benar Atau Keliru?

"Tegel harus direndam juga karena dapat menyerap air semen," kata Ahli Konstruksi, Davy Sukamta, saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/05/2026).

Namun demikian, jelas Davy, tegel mempunyai ketebalan lebih dibandingkan keramik, sehingga hampir tidak pernah terdengar ada tegel yang terangkat seperti dalam kasus keramik.

Kelebihan Tegel

Tegel memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis lantai lain. Founder Sarasa Tegel & Antik, Heru Suprihantono mengatakan, desain tegel dapat disesuaikan dengan keinginan pembeli.

"Jadi, pembeli itu bisa membuat (tegel) dengan desain sendiri atau dia punya desain, bisa dibuatkan," ujarnya, dikutip Selasa (19/05/2026).

Kelebihan yang kedua adalah tegel lebih sejuk karena memiliki pori-pori. Sementara itu, jenis lantai lain, misalnya keramik, memiliki campuran glasir, sehingga tidak terdapat pori-pori pada permukaannya.

Baca juga: Yuk Kenali Perbedaan Ubin dan Keramik

"Kalau keramik kan ada glasirnya, jadi tidak punya pori-pori. Kalau tegel dari semen itu, masih bisa menyerap air, sehingga masih seperti natural," kata Heru.

Ketiga, menurut Heru, keunggulan lain dari tegel adalah kekuatannya. Tegel lebih tebal dibandingkan jenis lantai lainnya, sehingga tegel pun tidak mudah pecah.

Jadi, jika kamu ingin memiliki lantai yang lebih awet untuk menghindari biaya perbaikan yang tidak terduga, tegel bisa jadi pilihan yang tepat.

"Kalau pemasangannya kurang bagus, tegel masih lebih kuat karena ketebalannya," ujarnya.

Baca juga: Ahli Konstruksi Bocorkan Tips Pasang Keramik di Lantai Dasar

Terakhir, kelebihan tegel yang juga menarik adalah perawatannya yang mudah. Tidak seperti jenis lantai lainnya, tegel cukup dibersihkan dengan air tanpa sabun atau bahan pembersih lainnya.

Bahkan, Heru mengatakan bahwa tegel dengan mutu yang bagus akan tetap mengilap meski dipoles hanya satu kali usai pemasangan.

"Perawatannya cuma dipel pake air. Karena kalau pake yang kimia, bahan tersebut akan masuk ke dalam tegel dan biasanya akan muncul (noda) putih-putih," jelasnya.

"Bagus juga kalau pake parutan kelapa, itu kalau jaman dulu. Kalau pake kimia, sabun, itu bahaya," imbuh Heru.

Kekurangan tegel

Sementara itu, untuk kekurangan tegel, jenis lantai ini memiliki harga yang cukup mahal. Biasanya, tegel motif dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan tegel polos.

Baca juga: Haruskah Keramik Direndam Sebelum Dipasang? Ini Kata Ahli Konstruksi

"Kalau harga mungkin lebih mahal. Tegel semen (di Sarasa Tegel) itu Rp 370.000 per meter. Itu yang motif, bukan yang timbul. Kalau yang timbul, kami jual Rp 450.000 per meter. Per meter itu 20 biji, ukurannya 20 cm," papar Heru.

Dengan demikian, jika kamu ingin mempercantik rumah dengan tegel, siapkan budget lebih untuk pemasangannya. Namun, setelah itu, kamu akan mendapatkan lantai cantik yang awet dan minim kerusakan.

Tag:  #sama #seperti #keramik #tegel #juga #harus #direndam #sebelum #dipasang

KOMENTAR