Mengapa Harga Rumah di Pinggir Jalan Lebih Mahal?
Ilustrasi rumah subsidi yang disalurkan melalui KPR FLPP.(KOMPAS.COM/Dok. BP Tapera)
18:54
28 Maret 2026

Mengapa Harga Rumah di Pinggir Jalan Lebih Mahal?

- Memilih lokasi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membeli properti, baik untuk tempat tinggal maupun investasi.

Salah satu fenomena yang sering ditemukan masyarakat adalah perbedaan harga rumah yang cukup signifikan antara hunian di pinggir jalan dengan di gang-gang atau kawasan tersembunyi. 

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (Waketum DPP REI) Bambang Ekajaya membeberkan alasannya kepada Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

"Ya betul harga rumah (di pinggir jalan) umumnya lebih mahal karena dengan lokasinya di jalan umum, memungkinkan untuk usaha, baik untuk kantor, dan usaha-usaha bisnis lainnya seperti restoran, toko, kafe, dan lain-lain, disamping tentunya untuk tinggal" ungkap Bambang.

Baca juga: Mengapa Pintu Rumah Tradisional Jawa Selalu Hadap Selatan atau Utara?

Dengan demikian, semakin besar jalan utamanya, tentu semakin besar juga harga jualnya.

Alasan Harga Rumah di Pinggir Jalan Lebih Mahal

1. Aksesibilitas Lebih Mudah

Rumah di pinggir jalan utama lebih mudah dijangkau kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Akses yang mudah ini menjadi nilai tambah, terutama bagi penghuni yang memiliki mobilitas tinggi.

2. Potensi Usaha

Lokasi di pinggir jalan membuka peluang untuk dimanfaatkan sebagai tempat usaha, seperti toko, kantor, atau usaha rumahan. Nilai komersial ini membuat harga properti menjadi lebih tinggi.

3. VisibilitasTinggi

Rumah yang berada di tepi jalan lebih mudah terlihat oleh orang yang melintas. Faktor ini penting, terutama jika properti digunakan untuk aktivitas bisnis atau disewakan.

4. Dekat Fasilitas Umum

Biasanya rumah di pinggir jalan utama lebih dekat dengan berbagai fasilitas seperti transportasi umum, sekolah, hingga pusat perbelanjaan. Kedekatan ini meningkatkan kenyamanan dan nilai properti.

5. Likuiditas Lebih Baik

Properti di lokasi strategis cenderung lebih mudah dijual kembali. Permintaan yang tinggi membuat rumah di pinggir jalan memiliki nilai investasi yang lebih menjanjikan.

Baca juga: Mengapa Perumahan Lama Menggunakan Nama Indah dan Permai?

6. Dampak Pengembangan Wilayah

Pembangunan infrastruktur seperti jalan baru atau pelebaran jalan sering kali meningkatkan nilai properti di sekitarnya.

Rumah yang berada di jalur utama biasanya lebih terdampak positif dari perkembangan ini.

Tag:  #mengapa #harga #rumah #pinggir #jalan #lebih #mahal

KOMENTAR