



Sajak: Tangis Itu Sekali Lagi Terjadi
Oleh DAHRI DAHLAN
Tangis Itu Sekali Lagi Terjadi
malam tertahan,
seorang bayi menangis.
kilat berulang menyusup di
kisi jendela,
dingin membelah diri
tangis itu sekali lagi terjadi,
lalu sekali lagi terjadi.
ibu terjaga dan menyanggul
kantuk yang enggan lerai,
kilat raib, dingin tinggal
sendiri.
2023
---
Di Patah Desember
lekat daun mint tertinggal di
sisa mojito. ia seperti berkata
tidak; ia seperti ingin melupakan.
bel ditekan sekali lagi,
kita lalu segera tahu akan
rebah juga rimbun tahun.
terang pikiran kabur,
tetapi di patahan desember ini
tawa tetas berkali di atas meja,
tempat kopi yang telah kita
kenal baik diucapkan dengan
bahasa asing.
waiters meletakkan sepotong
cheesecake, senyumnya indah
dan letih, rambutnya kering
dan sepi.
’’ada lagi yang mau dipesan?”
nasib kita-nasib kita!
di balik kaca jendela seorang
anak terburu melepas petasan
yang kedap di sini –dan ada
letup yang enggan dilepas di sini.
2023–2024
---
Di Kapal
kami mengantre di pantry
yang sama, tetapi tidak
bertegur sapa.
malam retak dan lekas
larut
kaca di dek menahan udara
jangan pergi dulu!
kita tak bisa memilih.
2023–2024
---
Puisi
ketika fajar menyiang kelam
embun digegar angin enggan
kata pertama baru saja dituliskan,
metafora ajaib,
ilham dan pengalaman,
mata waktu yang paling tajam.
waktu yaitu tempat penyair mengalir.
mereka menyimpan daun-daun
patah, merawat anak burung, dan
merencanakan perjalanan jauh.
tidak satu pun yang tahu akan
ke mana, tetapi berjalan adalah
berjalan –tiada sangsi.
di jalan yang mereka lalui
orang-orang berhenti membaca
dan berkaca. di sana mereka mendengar
awan, melihat ikan-ikan aneh
dari palung paling hening
atau barangkali ketika berkaca
kau akan terperangah dan bertanya,
kau siapa?
2024
---
DAHRI DAHLAN, Lahir di Mandar, Sulawesi Barat. Saat ini tinggal di Samarinda dan bekerja sebagai dosen di FIB Unmul. Buku puisi terbarunya Kau Sedingin Pelabuhan (Basabasi, 2023).