Sajak: Tangis Itu Sekali Lagi Terjadi
ILUSTRASI: BUDIONO/JAWA POS
08:04
25 Februari 2024

Sajak: Tangis Itu Sekali Lagi Terjadi

Oleh DAHRI DAHLAN

Tangis Itu Sekali Lagi Terjadi

 

malam tertahan,

seorang bayi menangis.


kilat berulang menyusup di

kisi jendela,


dingin membelah diri


tangis itu sekali lagi terjadi,

lalu sekali lagi terjadi.


ibu terjaga dan menyanggul

kantuk yang enggan lerai,


kilat raib, dingin tinggal

sendiri.


2023

---

Di Patah Desember


lekat daun mint tertinggal di

sisa mojito. ia seperti berkata

tidak; ia seperti ingin melupakan.


bel ditekan sekali lagi,

kita lalu segera tahu akan

rebah juga rimbun tahun.


terang pikiran kabur,

tetapi di patahan desember ini

tawa tetas berkali di atas meja,

tempat kopi yang telah kita

kenal baik diucapkan dengan

bahasa asing.


waiters meletakkan sepotong

cheesecake, senyumnya indah

dan letih, rambutnya kering

dan sepi.


’’ada lagi yang mau dipesan?”

nasib kita-nasib kita!


di balik kaca jendela seorang

anak terburu melepas petasan

yang kedap di sini –dan ada

letup yang enggan dilepas di sini.


2023–2024

---

Di Kapal


kami mengantre di pantry

yang sama, tetapi tidak

bertegur sapa.


malam retak dan lekas

larut


kaca di dek menahan udara

jangan pergi dulu!


kita tak bisa memilih.


2023–2024

---

Puisi


ketika fajar menyiang kelam

embun digegar angin enggan

kata pertama baru saja dituliskan,


metafora ajaib,

ilham dan pengalaman,

mata waktu yang paling tajam.

waktu yaitu tempat penyair mengalir.


mereka menyimpan daun-daun

patah, merawat anak burung, dan

merencanakan perjalanan jauh.


tidak satu pun yang tahu akan

ke mana, tetapi berjalan adalah

berjalan –tiada sangsi.


di jalan yang mereka lalui

orang-orang berhenti membaca

dan berkaca. di sana mereka mendengar

awan, melihat ikan-ikan aneh

dari palung paling hening


atau barangkali ketika berkaca

kau akan terperangah dan bertanya,

kau siapa?


2024

---

DAHRI DAHLAN, Lahir di Mandar, Sulawesi Barat. Saat ini tinggal di Samarinda dan bekerja sebagai dosen di FIB Unmul. Buku puisi terbarunya Kau Sedingin Pelabuhan (Basabasi, 2023).

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #sajak #tangis #sekali #lagi #terjadi

KOMENTAR