CEO YouTube: Lebih dari 1 Juta Channel Bikin Video Pakai AI Tiap Hari
Ringkasan berita:
- YouTube mencatat lebih dari satu juta channel per hari menggunakan alat pembuatan konten berbasis AI per Desember 2025, dan jumlahnya diproyeksi terus meningkat.
- CEO Neal Mohan menegaskan AI tetap diposisikan sebagai alat berekspresi, sambil berjanji menekan sebaran konten AI berkualitas rendah atau AI Slop.
- YouTube di bawah Alphabet memperketat kebijakan lewat label konten AI, kewajiban transparansi kreator, peningkatan Content ID, serta penghapusan konten AI berbahaya.
- Berbagai konten buatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini beredar di platform berbagi video YouTube.
CEO YouTube, Neal Mohan bahkan menyebutkan bahwa rata-rata ada lebih dari satu juta channel per hari, memakai alat pembuatan konten berbasis AI di YouTube. Data ini didasarkan pada catatan perusahaan per Desember 2025.
Jumlah itu diproyeksi akan bertambah lebih banyak lagi, karena YouTube mengakomodasi alat pembuatan konten berbasis AI.
Mulai tahun 2026 ini, YouTube juga akan memungkinkan pengguna membuat Short menggunakan sosok yang mirip dengan dengannya. Namun dukungan terkait ini belum dirinci lebih lanjut, apakah semacam karakter avatar atau lainnya.
Pengguna juga akan dimungkinkan membuat game atau bereksperimen dengan musik, hanya lewat perintah teks di YouTube.
"Sepanjang evolusi ini, AI akan tetap menjadi alat untuk berekspresi, bukan pengganti," tegas Mohan.
Di samping itu, bos YouTube ini menyadari bahwa platform-nya juga dibanjiri oleh konten AI yang berkualitas rendah atau dikenal sebagai "AI Slop". Karena itu, dia menyatakan akan mengurangi sebaran konten AI slop.
Menurut petinggi YouTube itu, kemunculan AI Slop terbilang meresahkan karena menawarkan kualitas yang rendah. Sementara, YouTube bertanggungjawab menjaga dan mempertahankan pengalaman menonton konten berkualitas tinggi, seperti diharapkan pengguna.
Sebagai platform terbuka, CEO YouTube menegaskan bahwa pihaknya mengizinkan berbagai macam ekspresi pengguna. Misalnya saja tren "aneh" seperti konten ASMR yang umumnya menampilkan suara-suara lembut, hingga menonton orang bermain game.
Namun, karena konten AI Slop dinilai meresahkan, Mohan berjanji memberantasnya menggunakan alat moderasi konten yang sudah ada di YouTube.
"Untuk meminimalisasi penyebaran konten AI berkualitas rendah, kami secara aktif membangun sistem yang telah mapan dan sangat sukses dalam memerangi spam dan clickbait, serta mengurangi penyebaran konten mutu rendah dan berulang," jelas Mohan dikutip KompasTekno dari blog resmi YouTube.
Upaya lainnya yang telah dilakukan YouTube terkait transparansi konten AI yaitu melabeli konten AI dengan label khusus, agar penonton menyadarinya.
Platform di bawah naungan grup Alphabet ini juga mewajibkan kreator untuk terbuka ketika mereka membuat konten realistis yang diubah dengan AI.
YouTube juga meningkatkan sistem deteksi hak cipta Content ID di platform-nya, guna membekali alat baru ke kreator yang berfungsi mengelola penggunaan wajah yang mirip dengan dirinya ketika dipakai pihak lain.
Selain itu, YouTube juga akan menghapus konten AI berbahaya yang melanggar pedoman komunitasnya, seperti konten deepfake dan lain sebagainya, dihimpun KompasTekno dari Variety.
Tag: #youtube #lebih #dari #juta #channel #bikin #video #pakai #tiap #hari