

Ilustrasi mobil Mitsubishi Expander siap ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./Dok JawaPos


Penyakit Mitsubishi Xpander Bekas, Simak 5 Tips Ini Sebelum Membelinya
Mitsubishi Xpander yang muncul pada tahun 2017, langsung menggebrak pasar Low MPV (Multi Purpose Vehicle) di Indonesia.
Xpander pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Agustus 2017 saat pameran otomotif tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD CIty, Tangerang. Hingga hari Selasa, 19 Maret 2024, untuk harga barunya di outlet resmi Mitsubishi berada di kisaran Rp261 juta hingga Rp315 juta. Bagi kalian yang ingin meminang Xpander walaupun hanya dengan budget yang pas-pasan, tentu membeli bekas adalah alternatifnya. Harga Mitsubishi Xpander bekas yang semakin terjangkau berada di kisaran Rp170 jutaan saja, tentunya membuat mobil ini menjadi alternatif yang menarik untuk mobil keluarga. Jumlah mobil ini juga sudah banyak ditemukan di pasar mobil bekas di Indonesia. Tapi bagi Anda yang ingin membeli mobil ini secara bekas, simak dulu penjelasan dari cintamobil.com mengenai beberapa penyakit Xpander yang perlu diperhatikan ketika menguji mobil bekas ini. 1. Lampu dengan kurang terang Banyak ditemukan di beberapa forum pengguna Xpander, permasalahan yang sering dikeluhkan pada mobil bekas ini adalah lampu depan yang kurang terang. Hal ini dikarenakan Xpander masih menggunakan bohlam halogen, lampu dekat (low beam) atau lampu jauh (high beam) Xpander dianggap kurang mumpuni ketika sedang melakukan perjalanan di malam hari atau pada saat berkendara ke luar kota. Permasalahan ini sudah ada solusinya dari pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, yang memberikan tips agar mengganti bohlam halogen standar dengan bohlam cool blue advance. Dengan hanya menambahkan budget Rp200 ribuan, bohlam penggati ini dapat memancarkan cahaya lebih terang 50% dibandingkan bohlam standar Xpander. 2. Suspensi bocor Permasalah beriktunya adalah kondisi suspensi yang bocor yang banyak ditemukan dibeberapa unit Xpander. Beberapa keluhan yang menyebutkan bahwa masalah ini terjadi ketika mobil baru setahun digunakan, bahkan baru beberapa bulan sejak dikendarai. Ketika ingin membeli mobil bekas, kita perlu mengecek kolong mobil ini. Cek apabila terlihat rembesan oli pada shockbreaker, kita perlu ajak mobil berkendara dan periksa jika ada bantingan suspensi yang tidak enak atau limbung ketika mobil melewati jalanan yang bergelombang maupun polisi tidur. 3. RPM naik saat idle Permasalahan ini sebenarnya sering dialami oleh mobil MPV lainnya seperti Toyota Avanza maupun Daihatsu Xenia. RPM pada mobil seringkali naik ketika mobil menyala tapi tidak bergerak, kondisi ini bisa terjadi ketika berhenti di lampu merah. Masalah ini seringkali terjadi akibat kerusakan atau pengaturan sistem Idle Speed Control (ISC) yang perlu diperbaiki. Bisa dikarenakan lubang throttle yang semakin lebar akibat aus, atau fuel pump bermasalah. Sehingga kedua komponen ini harus sering dicek agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. 4. Roda depan goyang Terkait masalah yang terjadi pada roda, sebagian besar butuh pengecekan pada bagian kaki-kaki. Karena Xpander menggunakan sistem penggerak roda depan, maka tak menutup kemungkinan bagian depan roda memiliki masalah yang lebih beragam jika dibandingkan dengan roda belakang. Salah satu permasalahannya adalah kondisi roda depan yang terasa goyang. Padahal ketika dilakukan pengecekan, roda depan tidak kempes dan memiliki traksi yang bagus. Hal ini disebabkan oleh shockbreaker depan yang bocor. Sehingga solusi terbaiknya adalah dengan mengecek kaki-kaki mobil. Bisa juga permasalahan lainnya terjadi pada komponen suspensi lain seperti bushing arm, lower arm, maupun ball joint yang bermasalah. 5. Setir dan pedal bergetar di kecepatan tinggi Permasalahan terakhir sering terjadi pada setir dan pedal mobil bergetar ketika mobil melaju pada kecepatan lebih dari 80 km/jam. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini seperti tekanan angin ban yang kurang dan mempengaruhi performa mobil, kondisi kaki-kaki mobil dengan komponen yang aus, atau masalah pada engine mounting. Tapi penyebab yang paling sering adalah permukaan cakram atau disc brake yang mulai tidak rata.Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya perlu membawa mobil ke bengkel resmi atau bengkel terdekat di tempat Anda. Nantinya, disc brake atau kampas rem akan dibersihkan. Jika masih ada masalah yang terjadi, maka solusi terakhir adalah mengganti kampas rem dengan yang baru. Ketika membeli Xpander bekas, kita juga perlu perhatikan kondisi interior dan eksterior mobil. Lakukan uji coba dengan membawa mobil berkendara beberapa mesin untuk mengetahui jika ada kondisi mesin, transmisi, atau kaki-kaki yang bermasalah. Itulah beberapa penyakit yang sering ditemui pada Mitsubishi Xpander bekas dan beberapa tips untuk mengatasinya. ***
Editor: Novia Tri Astuti
Tag: #penyakit #mitsubishi #xpander #bekas #simak #tips #sebelum #membelinya