Bos Instagram: Main IG 16 Jam Sehari Bukan Kecanduan
Head of Instagram, Adam Mosseri memberikan pembelaan untuk platformnya, atas tudingan IG menyebabkan kerusakan kesehatan mental pada anak di bawah umur.
Mosseri menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang tampak berlebihan tidak otomatis termasuk kecanduan atau adiksi.
Mosseri, yang telah memimpin Instagram selama delapan tahun, memberikan kesaksian dalam persidangan penting yang dimulai pekan lalu di Los Angeles. Ia menjadi petinggi platform populer pertama yang hadir dalam persidangan tersebut.
Persidangan ini diperkirakan berlangsung selama enam minggu dan menjadi uji argumen hukum untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi atas dampaknya terhadap anak muda.
Baca juga: Jangan Sering Posting Konten, Ini Jadwal Terbaik Pilihan Bos Instagram
Tudingan soal adiksi bermula dari penggugat utama berinisial K.G.M. Di awal kesaksiannya, Mosseri menyetujui poin umum yang disampaikan Mark Lanier, pengacara utama K.G.M, bahwa Instagram harus melakukan segala upaya untuk membantu menjaga keamanan pengguna di platform, terutama anak muda.
Namun, Mosseri mengatakan ia tidak yakin ada batas pasti untuk menentukan seberapa banyak penggunaan Instagram yang dianggap berlebihan sehingga bisa disebut sebagai kecanduan.
Menurut Mosseri, apakah penggunaan itu bermasalah atau tidak adalah “hal yang personal”. Ia menjelaskan bahwa seseorang bisa saja menggunakan Instagram “lebih lama dari orang lain dan tetap merasa baik-baik saja”.
“Penting untuk membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah,” kata Mosseri.
“Saya yakin kita semua pernah bilang ‘kecanduan’ nonton serial Netflix saat maraton sampai larut malam. Tapi menurut saya itu tidak sama dengan kecanduan klinis,” kata Mosseri.
Lanier kemudian menanyakan pendapat Mosseri tentang penggunaan Instagram oleh K.G.M selama 16 jam dalam satu hari.
“Kedengarannya seperti penggunaan yang bermasalah,” jawab Mosseri. Ia tidak menyebutnya sebagai kecanduan, sebagaimana KompasTekno rangkum dari BBC.
Meski demikian, Mosseri berulang kali menyatakan dirinya bukan ahli kecanduan saat menjawab pertanyaan dari pengacara Lanier.
Baca juga: Jangan Sering Posting Konten, Ini Jadwal Terbaik Pilihan Bos Instagram
Dalam persidangan, Lanier juga menyinggung survei internal Meta terhadap 269.000 pengguna Instagram. Hasilnya menunjukkan 60 persen responden pernah melihat atau mengalami perundungan dalam satu minggu terakhir.
Lanier juga menyebut K.G.M telah membuat lebih dari 300 laporan ke Instagram terkait perundungan di platform tersebut, dan menanyakan apakah Mosseri mengetahui hal tersebut. Mosseri menjawab bahwa ia tidak mengetahuinya.
Mosseri juga ditanya mengenai pertukaran e-mail internal Meta pada 2019 yang membahas potensi dampak negatif fitur yang memungkinkan pengguna mengubah penampilan fisik di foto.
Nick Clegg, yang pernah menjabat sebagai kepala urusan global Meta setelah lebih dari satu dekade menjadi anggota parlemen, termasuk pihak yang menyuarakan kekhawatiran terkait filter gambar.
Ia menilai hal tersebut bisa memperburuk reputasi Meta lantaran dianggap lebih mengutamakan pertumbuhan ketimbang tanggung jawab.
Mosseri mengatakan perusahaan akhirnya memutuskan melarang filter gambar yang melampaui efek riasan.
Baca juga: Font DM Instagram Bisa Tebal dan Besar, Ini Cara Pakainya
Namun, setelah klaim tersebut dipertanyakan ulang oleh Lanier karena masih ada filter yang "too good to be true", Mosseri mengakui larangan itu telah “dimodifikasi”, meski membantah larangan tersebut dicabut sepenuhnya.
Selain kasus ini, Meta dan perusahaan media sosial lain, termasuk YouTube, Snapchat, dan TikTok, juga menghadapi ribuan gugatan lain dari keluarga, jaksa negara bagian, dan distrik sekolah di seluruh Amerika Serikat.