Fujifilm instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+, Paduan Kamera Digital, Film Klasik, dan Video
Peluncuran instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ di Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dythia]
17:32
28 Januari 2026

Fujifilm instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+, Paduan Kamera Digital, Film Klasik, dan Video

Baca 10 detik
  • Fujifilm Indonesia meluncurkan instax mini Evo Cinema seharga Rp6.249.000 dan printer mini Link+ seharga Rp2.299.000.
  • Kamera Evo Cinema menawarkan fitur hybrid, video QR code, serta 10 efek visual sinematik dengan kontrol detail.
  • Pameran interaktif Creative House of instax diadakan di Jakarta pada 28 Januari hingga 8 Februari 2026.

Fujifilm Indonesia kembali memperluas ekosistem fotografi instan dengan meluncurkan dua perangkat terbaru dari lini instax, yakni kamera instan hybrid instax mini Evo Cinema dan printer smartphone instax mini Link+.

Kehadiran keduanya menegaskan arah pengembangan instax yang tak hanya berfokus pada cetak instan, tetapi juga pengalaman visual, kreativitas, dan integrasi digital.

Instax mini Evo Cinema resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp6.249.000 dan telah tersedia melalui Official Store Fujifilm Indonesia serta jaringan ritel resminya.

Sementara itu, instax mini Link+ dibanderol Rp2.299.000 dan saat ini memasuki tahap pre-order, dengan jadwal ketersediaan yang akan diumumkan menyusul.

Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Fujifilm dalam menghadirkan perangkat fotografi instan yang lebih adaptif terhadap gaya hidup kreatif masa kini, menggabungkan sentuhan analog dengan teknologi digital yang fleksibel.

Presiden Direktur FUJIFILM Indonesia, Masato Yamamoto, menyebut instax mini Evo Cinema dirancang untuk membuka ruang eksplorasi visual lintas generasi.

Peluncuran instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ di Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dythia] PerbesarPeluncuran instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ di Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dythia]

“Melalui instax mini Evo Cinema, kami ingin menghadirkan satu kamera yang mampu membuka begitu banyak kemungkinan kreatif lintas era,” ujar Masato Yamamoto saat peluncuran di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, melalui fitur Eras Dial dan semangat “One camera, decades of possibilities”, pengguna dapat menghasilkan foto dengan karakter visual yang beragam, mulai dari nuansa klasik hingga sinematik.

“Sementara itu, instax mini Link+ kami hadirkan untuk mendukung gaya berekspresi generasi saat ini melalui semangat ‘maximize maximalism’, di mana berbagai konten favorit, mulai dari foto, ilustrasi, hingga inspirasi digital, dapat dengan mudah diwujudkan menjadi cetakan instax dan menjadi bagian dari keseharian mereka,” jelasnya.

instax mini Evo Cinema: Kamera Hybrid dengan Sentuhan Sinematik

Instax mini Evo Cinema merupakan bagian dari seri Evo, kamera instan hybrid yang memungkinkan pengguna melihat hasil foto melalui layar LCD sebelum mencetaknya.

Pendekatan ini memberi kontrol kreatif lebih besar dibanding kamera instan konvensional.

Selain mengambil foto, perangkat ini juga mampu merekam video. Menariknya, rekaman video tersebut dapat dikonversi menjadi QR code yang dicetak bersama hasil foto instax, sehingga pengguna dapat mengakses kembali video tersebut melalui media fisik.

Fitur terbaru Eras Dial menjadi daya tarik utama, menghadirkan 10 pilihan efek visual yang terinspirasi dari berbagai era fotografi dan sinema, termasuk nuansa kamera film 8mm.

Setiap efek memiliki 10 tingkat penyesuaian, memungkinkan pengguna mengatur karakter visual secara lebih detail.

Dari sisi desain, bodi vertical grip yang terinspirasi dari seri FUJICA Single-8 memperkuat kesan analog, sekaligus dipadukan dengan teknologi digital modern.

Peluncuran instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ di Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dythia] PerbesarPeluncuran instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ di Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Dythia]

Melalui aplikasi pendukung, pengguna juga dapat mengedit video dan mencetak gambar langsung dari smartphone lewat fitur Direct Print, menjadikan instax mini Evo Cinema sebagai perangkat fotografi 3-in-1.

instax mini Link+: Printer Smartphone untuk Ekspresi Visual

Sementara itu, instax mini Link+ hadir sebagai printer smartphone premium yang dirancang untuk memperluas fungsi cetakan instax, tidak hanya sebagai foto, tetapi juga elemen dekorasi dan gaya hidup.

Printer ini dilengkapi mode Design Print untuk mencetak teks dan detail visual dengan ketajaman tinggi, serta mode Simple Print yang dioptimalkan untuk gradasi warna halus pada foto dan ilustrasi.

Melalui fitur Simulation, pengguna dapat memvisualisasikan posisi cetakan, baik di dinding, bingkai, maupun casing smartphone, sebelum mencetaknya.

Aplikasi instax juga terintegrasi dengan galeri smartphone serta platform seperti Pinterest, memungkinkan pengguna mengimpor berbagai konten visual ke dalam format cetakan instax.

Pembaruan fitur Simulation ini juga akan tersedia untuk seri mini Link lainnya melalui pembaruan aplikasi.

Perluas Ekosistem instax Lewat Pengalaman Interaktif

Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, Fujifilm menghadirkan Creative House of instax, sebuah pameran interaktif yang berlangsung pada 28 Januari hingga 8 Februari 2026.

Mengusung tema “Maximizing Possibilities”, pameran ini menjadi ruang eksplorasi bagi pengunjung untuk merasakan langsung berbagai bentuk ekspresi kreatif melalui teknologi instax.

Di area ini, pengunjung dapat menikmati instalasi visual, melihat karya cetak instax, serta mencoba langsung produk terbaru seperti instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+ dalam suasana yang imersif.

Melalui inovasi produk dan pengalaman interaktif ini, Fujifilm terus memperluas sistem fotografi instan instax, menghadirkan cara baru bagi masyarakat untuk menangkap, mencetak, dan menikmati momen dalam bentuk fisik di era digital.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #fujifilm #instax #mini #cinema #instax #mini #link #paduan #kamera #digital #film #klasik #video

KOMENTAR