2016 ''Throwback'', Ini 5 Momen Serba Pertama Kali Paling Ikonik di Dunia Teknologi
Ringkasan berita:
- Media sosial tengah ramai tren throwback ke 2016, dunia teknologi juga berubah satu dekade lalu, dari cara berbagi konten, menikmati hiburan, hingga berinteraksi di platform digital.
- Keputusan berani Apple lewat Apple iPhone 7 tanpa audio jack sempat menuai protes, tetapi justru mempercepat adopsi earphone wireless dan mengubah standar desain smartphone hingga sekarang.
- Fenomena global Pokémon Go membuktikan kekuatan game AR, membuat jutaan orang keluar rumah berburu Pokémon dan membuka era baru interaksi digital berbasis lokasi.
- Di media sosial, warganet belakangan ramai-ramai kilas balik alias throwback ke masa 2016. KompasTekno pun ikut bernostalgia ke satu dekade yang lalu, tapi khusus di bidang teknologi.
Tak bisa dipungkiri, tahun 2016 jadi titik balik penting dunia teknologi. Dalam satu tahun itu, cara orang membagikan momen, mendengarkan musik, bermain game, sampai menonton film berubah drastis.
Dari lahirnya Instagram Stories, keputusan berani Apple menghapus audio jack di iPhone, demam Pokémon Go yang mendunia, perubahan besar algoritma Instagram, hingga Netflix yang akhirnya memungkinkan nonton offline, lima momen ini membentuk kebiasaan digital yang masih kita rasakan sampai sekarang.
1. Instagram Stories resmi meluncur
Throwback 2016, tampilan awal Instagram Stories saat pertama kali dirilis pada 2 Agustus 2016.
2 Agustus 2016 menjadi hari lahir Instagram Stories. Fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah konten teks, foto, dan video vertikal yang menghilang dalam 24 jam.
Saat pertama kali hadir, fitur ini dianggap sebagai tiruan Snapchat. Namun, siapa sangka Instagram Stories justru tumbuh menjadi fitur inti yang mengubah cara orang berbagi momen sehari-hari.
Sejak saat itu, Instagram tak lagi hanya soal feed rapi, tetapi juga soal cerita singkat yang spontan dan kasual.
Selama 10 tahun terakhir, Instagram Stories sudah berevolusi sedemikian rupa. Dari fitur yang hanya bisa menambahkan gambar manual hingga kini menjadi mesin bisnis.
Beberapa fitur ikonik di IG Story meliputi Close Friends (teman dekat), fitur interaktif seperti polling dan tanya-jawab (QnA), menambahkan musik, hingga Add Yours dan link sticker.
Untuk monetisasi, IG Story kini punya subscription (langganan), fitur yang memungkinkan kreator mencari cuan dari IG Story eksklusif. Jadi pengguna harus membayar atau berlangganan demi menonton IG Story spesial yang tidak di-upload secara umum.
Dari sekadar konten 24 jam hilang ala Snapchat, Stories kini menjadi alat utama untuk personal branding, storytelling, engagement, hingga social commerce.
Kini, fitur IG Story juga jadi fitur wajib di WhatsApp dan Facebook. Saking populernya, Instagram Stories diyakini digunakan sekitar 500 juta pengguna setiap harinya, baik di IG, WhatsApp, atau FB.
2. iPhone 7 hadir tanpa audio jack
iPhone 7 hadir tanpa audio jack 3,5 mm.
Pada 2016, Apple membuat keputusan kontroversial lewat peluncuran Apple iPhone 7. Untuk pertama kalinya, iPhone hadir tanpa lubang audio jack 3,5 mm.
Alhasil, pengguna tak bisa lagi mencolokkan earphone kabelnya langsung ke HP untuk mendengarkan musik atau konten audio lainnya.
Awalnya, keputusan ini menuai pro dan kontra besar. Banyak pengguna mengeluh karena harus beradaptasi dengan adaptor untuk dicolok ke Lightning port yang tersedia atau pakai earphone nirkabel.
Namun, langkah berani Apple ini kemudian diikuti banyak produsen lain dan mempercepat adopsi earphone wireless atau TWS Bluetooth di seluruh dunia.
Apple membuat industri ikut menormalisasi keputusan itu. Di 2026, hampir semua mid-range dan flagship Android juga ikut menghapus audio jack.
3. Pokemon Go jadi fenomena global
Beberapa orang sedang memainkan Pokemon Go
Bulan Juli 2016 juga identik dengan satu game yang membuat orang rela keluar rumah berjam-jam, yakni Pokemon Go.
Ketika baru dirilis, game Pokemon Go belum langsung hadir di toko aplikasi Android atau iOS di wilayah Indonesia.
Namun, kala itu hype Pokemon Go sudah mendunia sampai pengguna rela menginstal file APK Pokemon Go untuk bisa ikut merasakan candunya berburu moster lucu dan unik.
Game berbasis augmented reality (AR) hasil kolaborasi Nintendo dan Niantic ini sukses besar, membuat taman, trotoar, hingga pusat kota dipenuhi orang yang berburu dan mengoleksi Pokemon lewat smartphone mereka.
Berbagai jenis Pokemon dapat ditemukan di beberapa area di dunia nyata. Sebagai contoh, jika pemain pergi ke daerah sungai, akan menemukan Pokemon berjenis air. Ini bakal mengajak pemain untuk menjelajah daerah.
Setelah menangkap, pemain harus melatih Pokemon dan meningkatkan level dari Pokemon tersebut agar bisa semakin kuat. Setelah itu, para pemain bisa saling bertukar Pokemon. Pemain juga dapat berkompetisi dengan membuat Pokemon saling bertarung.
4. Instagram tinggalkan feed kronologis
Ilustrasi timeline Instagram yang berubah jadi berbasis algoritma pada 2016. Namun, pada 2022, IG merilis timeline Following dan Favorites sebagai alternatif.
Tahun 2016 juga menjadi saksi perubahan feed Instagram. Pada tahun ini, feed kronologis resmi ditinggalkan dan diganti dengan feed berbasis algoritma.
Ini membuat lini masa unggahan (feed) tidak lagi tampil berdasarkan waktu posting, melainkan diprioritaskan sesuai relevansi dan minat pengguna secara default. Bahkan, feed dari orang yang tidak di-follow pun bakal muncul di timeline.
Perubahan ini sempat menuai protes besar dari pengguna. Sampai akhirnya, di 2022, IG menghadirkan fitur baru, yakni timeline "following" dan timeline "favorite".
Di timeline following, kita bisa melihat feed yang di-upload teman (following) secara kronologis.
Sementara di timeline favorite, kita bisa kurasi akun-akun pilihan dari following, misalnya, hanya akun Instagram berita atau akun entertainment dan idola/musik favorit. Namun keduanya hanya linimasa alternatif, tidak bisa dijadikan default.
5. Netflix rilis fitur nonton offline
Fitur download di Netflix pertama kali dirilis pada 2016. Dengan fitur ini, pengguna bisa download dan menyimpan film dan serial untuk ditonton di HP atau table tanpa koneksi internet.
Sebelum 2016, menonton konten streaming berarti harus selalu terhubung ke internet. Namun semuanya berubah saat Netflix merilis fitur unduh (download) atau nonton offline pada November 2016.
Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan film dan serial untuk ditonton di HP atau tablet tanpa koneksi internet. Langkah ini terasa sederhana, tetapi sangat krusial.
Sejak saat itu, binge-watching film dan serial Netflix favorit bisa dilakukan di mana saja, bahkan di pesawat atau kereta tanpa WiFi. Semua konten offline ini bisa diakses lewat tab khusus Downloads (atau My Downloads di Windows) di aplikasi Netflix.
Meski begitu, ada beberapa aturan soal binge-watching offline ini. Pertama, Netflix membatasi jumlah unduhan.
Setiap akun hanya bisa menyimpan maksimal 100 judul download, dan jumlah perangkat yang bisa dipakai mengikuti paket langganan masing-masing. Jadi semakin tinggi paketnya, semakin banyak perangkat yang bisa menyimpan konten offline.
Kedua, setiap unduhan punya masa kedaluwarsa. Waktu berlakunya berbeda-beda tergantung lisensi konten. Ada yang masih bisa ditonton selama beberapa hari, tapi ada juga yang kedaluwarsa hanya 48 jam setelah pertama kali diputar.
Ketiga, jika sebuah film atau serial dihapus dari katalog Netflix, maka semua versi unduhan konten tersebut akan langsung kedaluwarsa secara otomatis, meskipun sebelumnya sudah tersimpan di perangkat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Cnet dan sumber lain.
Itu dia 5 momen paling ikonik di bidang teknologi pada 2016. Mana momen yang paling kalian ingat sampai sekarang?
Tag: #2016 #throwback #momen #serba #pertama #kali #paling #ikonik #dunia #teknologi